Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Era Baru Kesehatan: Merkuri Dilarang dalam Tambal Gigi

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 21:52 WIB | Oleh:
Era Baru Kesehatan: Merkuri Dilarang dalam Tambal Gigi Doc: AFP

JENEWA - Negara-negara yang membahas aturan lebih ketat tentang merkuri pada Jumat (8/11) sepakat melarang penggunaan, impor, dan ekspor tambalan gigi yang mengandung merkuri di seluruh dunia mulai 2034.

Keputusan itu dicapai dalam konferensi Konvensi Minamata tentang Merkuri yang digelar di Jenewa pekan ini. Konvensi itu dinamai dari sebuah kota pesisir di Jepang barat daya, tempat banyak orang keracunan merkuri pada 1950-an.

Jepang, yang menanggung dampak besar akibat "penyakit Minamata" itu, telah mengurangi penggunaan tambalan merkuri dalam satu dekade terakhir karena alasan kesehatan masyarakat.

"Ini merupakan langkah besar bagi konvensi," kata ketua konferensi Osvaldo Alvarez dari Chile saat mengumumkan konsensus yang dicapai para peserta.

Meski Amerika Serikat dan sejumlah negara Afrika mendorong pelarangan lebih cepat pada 2030, penolakan dari Inggris, India, dan Iran telah memundurkan target itu ke 2034.

Mereka yang mendukung tenggat lebih panjang menekankan perlunya mempertimbangkan biaya dan daya tahan tambalan gigi alternatif.

Uni Eropa telah melarang tambalan gigi merkuri sejak Januari. Di Jepang, asuransi kesehatan menanggung bahan alternatif tanpa merkuri seperti paduan galium untuk perbaikan gigi.

Para delegasi dalam pertemuan terakhir itu belum mencapai kesepakatan apakah bahan alternatif tanpa merkuri layak secara ekonomi dan teknis. Pembahasan akan dilanjutkan dalam beberapa bulan mendatang.

Konvensi Minamata, yang diadopsi pada 2013 di Prefektur Kumamoto, Jepang, bertujuan melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari emisi serta pencemaran merkuri secara global. Para pihak dalam konvensi tersebut bertemu setiap dua tahun.

Pada 1950-an, banyak penduduk Minamata menderita gangguan neurologis yang disebabkan oleh keracunan merkuri setelah memakan ikan yang tercemar limbah pabrik kimia di kota itu. Ant/Kyodo​​​​​​​

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.