Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

27 Rumah Pompa Siaga di Titik Rawan Banjir Kota Bandung

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 13:50 WIB | Oleh:
 27 Rumah Pompa Siaga di Titik Rawan Banjir Kota Bandung Doc: ANTARA/Rubby Jovan
Ket. Situasi rumah pompa sebagai pengendali banjir di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/11).

Kota Bandung -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana terutama pada musim hujan dengan menyiagakan 27 rumah pompa di sejumlah titik rawan banjir.

Wakil Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Erwin mengatakan Pemkot bersama masyarakat serta berbagai pihak terus bersinergi membangun sistem tanggap bencana yang cepat dan terkoordinasi.

“Pemerintah hadir dan siap siaga menghadapi bencana. Kita sudah punya 27 rumah pompa untuk mengatasi banjir di titik-titik rawan,” kata Erwin di Bandung, Sabtu.

Erwin menjelaskan, berbagai langkah nyata dilakukan secara kolaboratif bersama warga, di antaranya melalui gotong royong membersihkan saluran air, sungai, dan selokan agar aliran air tetap lancar.

“Kita turun langsung ke lapangan bersama warga, membongkar bangunan yang menutup saluran air atau berdiri di atas selokan. Tapi tentu dilakukan secara persuasif

Selain memperkuat infrastruktur pengendali banjir, Pemkot Bandung juga menyiapkan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) anti gempa sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana.

“Tahun depan kita siapkan 10 rumah contoh Rutilahu anti gempa. Kalau tanahnya bukan milik pribadi, kita upayakan bantuan bisa disalurkan lewat Baznas,” katanya.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Pemkot Bandung juga menyiagakan pompa air mobil yang dapat langsung bergerak ke lokasi genangan air.

“Contohnya kemarin di Jalan Waas, ada genangan. Dalam waktu satu jam air langsung surut karena disedot pompa mobil. Jadi kita sudah siap siaga,” tutur Erwin.

Dirinya juga mengajak masyarakat agar lebih aktif menjaga lingkungan, terutama saat musim hujan, serta menghindari perilaku yang dapat menimbulkan risiko bencana.

“Saya mengimbau warga Bandung yang hobi mancing, tolong jangan memancing di sungai saat musim hujan. Sudah ada korban juga yang hanyut karena arus deras,” pesannya.

Selain itu, Erwin mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.

“Banyak sampah yang menyumbat saluran air dan akhirnya menyebabkan banjir. Sekarang kita sedang melakukan normalisasi dan pengerukan sungai karena banyak sedimen dari sampah,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.