Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hutan Pendidikan Gunung Walat, Tempat Belajar dan Mencintai Alam

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 07:36 WIB | Oleh:
Hutan Pendidikan Gunung Walat, Tempat Belajar dan Mencintai Alam Doc: Foto: Desa Cisande
Ket. Wisata edukasi di wilayah Desa Cisande.

SETELAH menikmati Desa Wisata Cisande, ada destinasi wisata menarik di dekatnya yaitu Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) yang beralamat di Desa Batununggal Kecamatan Cibadak, Hegarmanah, dan Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Berada sisi kiri di jalan nasional Sukabumi-Bogor tempat ini menjadi salah satu destinasi ekowisata paling menarik di Kabupaten Sukabumi. Setiap akhir pekan tempat ini banyak dikunjungi masyarakat lokal dan luar daerah untuk menikmati hutan rindang di pegunungan.

Dari Kota Sukabumi: sekitar 10–15 km ke arah barat daya, bisa ditempuh ±30 menit menggunakan kendaraan pribadi. Sedangkan dari Bogor atau Jakarta perjalanan ±3–4 jam melalui jalur Cicurug – Cibadak – Cisaat. Akses jalan sebagian besar sudah beraspal, namun menuju gerbang hutan perlu melewati jalan kecil berbatu sejauh beberapa ratus meter saja.

HPGW merupakan kawasan hutan seluas 359 hektar. Kawasan hutan pendidikan ini dikelola oleh Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University (Institut Pertanian Bogor). Oleh Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup tempat ini ditetapkan sebagai Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK).

Dalam sejarahnya, Gunung Walat awalnya berupa berupa lahan gundul dan kritis. Namun, sejak 1969 mahasiswa dan dosen IPB mulai melakukan rehabilitasi hutan, dengan menanam berbagai jenis pohon hingga. Selang beberapa tahun kawasan ini berubah menjadi hutan yang rimbun dan berfungsi sebagai laboratorium alam, pusat riset, serta lokasi wisata edukatif.

Wisata di Hutan Pendidikan Gunung Walat bukan wisata massal seperti taman bermain, tetapi merupakan wisata edukatif dan ekowisata. Di sini wisatawan bisa belajar tentang alam, hutan, dan kehidupan masyarakat sekitar.
Kegiatan wisata di sini berfokus pada pengalaman langsung di alam, pengenalan lingkungan hutan, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Tujuan utamanya adalah agar pengunjung bisa menikmati keindahan alam sekaligus memahami pentingnya pelestarian hutan.

Di tempat tersebut bisa melakukan jelajah hutan (forest trekking). Pengunjung dapat berjalan menyusuri jalur hutan yang sudah disiapkan hutan pinus dan damar yang rindang dan spot pengamatan satwa dan vegetasi.

Selama perjalanan, pengunjung bisa belajar mengenali jenis-jenis pohon, melihat burung, serangga, dan monyet ekor panjang yang hidup bebas. Pemandu lapangan biasanya berasal dari mahasiswa atau petugas IPB yang akan menjelaskan ekosistem hutan.

Bisa dikatakan HPGW bukan hanya tempat wisata alam, tetapi juga laboratorium hidup yang mengajarkan manusia bagaimana mencintai dan mengelola alam secara berkelanjutan. Wisatawan yang datang tidak hanya mendapat ketenangan dan keindahan, tetapi juga pengetahuan tentang hutan, ekologi, dan pentingnya konservasi. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.