Seru! Lomba Kapal Dayung Tradisional Guncang Pulau Pramuka di HUT Kepulauan Seribu 2025

Kamis, 06 Nov 2025, 18:18 WIB

JAKARTA - Lomba kapal dayung tradisional meramaikan perairan Pulau Pramuka dalam rangka HUT Kepulauan Seribu 2025.

Suku Dinas Kebudayaan Kabupten Kepulauan Seribu menggelar sebagai panitia mengungkapkan, delapan tim dari berbagai kelurahan tampil penuh semangat, serta menegaskan kuatnya tradisi bahari sekaligus menjadi ajang promosi wisata wilayah kepulauan itu.

Ket. Foto: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar Lomba Kapal Dayung Tradisional dalam memeriahkan HUT Kepulauan Seribu Tahun 2025 di Pulau Pramuka, Kamis (6/11). — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu

“Sebanyak delapan tim dari enam kelurahan dan dua kecamatan ikut berpartisipasi. Masing-masing tim beranggotakan lima orang yang tampil penuh semangat di perairan Pulau Pramuka,” kata Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kepulauan Seribu, Harry Dwirendra di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kabupaten yang puncaknya akan berlangsung di Pulau Untung Jawa.

Festival kapal dayung ini menjadi bagian dari perayaan HUT Kabupaten Kepulauan Seribu. "Selain menjaga tradisi bahari, kegiatan ini juga memperkuat rasa persaudaraan dan kebanggaan sebagai masyarakat kepulauan,” kata dia.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini juga bisa menjadi sarana promosi wisata bahari dan budaya lokal Kepulauan Seribu.

“Kami berharap festival ini jadi ajang silaturahmi antar pulau dan menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih dekat budaya serta keindahan alam Kepulauan Seribu,” katanya.

Pemenang lomba tahun ini diraih Pulau Tidung dengan hadiah sebesar Rp12,5 juta, peringkat 2 dari Pulau Untung Jawa dengan hadiah sebesar Rp10 juta dan peringkat 3 dari Pulau Pari dengan hadiah sebesar Rp8,5 juta.

Seorang peserta dari Tim Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Basasah mengaku senang bisa ikut lomba ini dan berharap tahun depan bisa lebih baik lagi dan perhatikan cuaca juga.

"Semoga panitia memperhatikan cuaca untuk lomba tahun depan agar lebih baik lagi," kata dia.

Sistem Pengolahan Air Limbah

Kabupaten Kepulauan Seribu meningkatkan kapasitas pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) di Pulau Pramuka untuk memperbaiki kualitas lingkungan di wilayah tersebut.

“Pembangunan SPALD di Pulau Pramuka ini. Kapasitasnya yang awalnya hanya 195 meter kubik kini ditingkatkan menjadi 400 meter kubik sehingga dapat memenuhi kebutuhan warga,” kata Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan di Jakarta, Selasa.

Peningkatan kapasitas SPALD ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus mendukung sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Ia mengatakan bahwa proyek ini tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga lokal selama proses pembangunan berlangsung.

“Masyarakat turut dilibatkan, direkrut, dan keselamatan kerja mereka juga dijamin melalui pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia.

Proyek ini diharapkan menjadi solusi atas pencemaran air tanah maupun laut yang selama ini terjadi. Keberadaan SPALD menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan di daerah kepulauan yang dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Jakarta.

“Kepulauan Seribu adalah daerah pariwisata dan bila lingkungannya tertata dan bersih, tentu akan menarik lebih banyak wisatawan yang muaranya kesejahteraan warga pun akan meningkat,” kata dia.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Kepulauan Seribu, Mustajab mengatakan, peningkatan kapasitas SPALD ini merupakan hasil kajian yang dilakukan sejak 2023 untuk mengatasi kelebihan beban (overload capacity) sistem yang sudah ada.

Di Pulau Pramuka sebenarnya sudah ada SPALD tapi kapasitasnya tidak mencukupi. Akibatnya banyak rumah tangga yang tersambung sehingga terjadi kelebihan beban.

“Karena itu, di tahun 2025 ini kapasitas kami tingkatkan dari 195 menjadi 400 meter kubik per hari,” kata dia.

Sistem baru ini dapat menampung hingga 400 meter kubik per hari dan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 20 tahun ke depan dengan penambahan sambungan rumah tangga (SR) baru.

Saat ini yang telah tersambung berjumlah 56 sambungan rumah tangga baru. Dengan peningkatan ini, pihaknya berharap pengolahan limbah bisa berjalan optimal dan mendukung destinasi wisata di Kepulauan Seribu agar semakin menarik, termasuk wisatawan mancanegara.

Pekerjaan peningkatan SPALD di Pulau Pramuka ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025 dan diharapkan memperkuat sistem pengelolaan limbah domestik sekaligus memperindah wajah Pulau Pramuka sebagai destinasi wisata berkelanjutan.

  • kepulauan seribu
  • lomba kapal dayung tradisional
  • pulau pramuka
  • hut kepulauan seribu
  • pulau tidung

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.