- Home
-
- Megapolitan
-
- Jakarta Cetak Rekor! IPM T...
Jakarta Cetak Rekor! IPM Tertinggi di Indonesia, Warganya Makin Sejahtera dan Berpendidikan
Kamis, 06 Nov 2025, 15:00 WIBJAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis capaian membanggakan terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi pada 2025. Jakarta kembali menempati peringkat tertinggi nasional dengan skor 85,05 yang masuk kategori sangat tinggi.
Peningkatan ini menunjukkan kualitas hidup masyarakat Jakarta semakin baik di berbagai aspek pembangunan. Kesejahteraan warga dinilai terus mengalami progres positif yang berkelanjutan dari tahun ke tahun.
IPM Jakarta tercatat tumbuh 1,07 persen atau meningkat 0,9 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 84,15. Pertumbuhan ini sekaligus mempertegas dominasi Jakarta sebagai daerah dengan kemampuan pembangunan manusia paling kuat di Indonesia.
"IPM tahun 2025 masuk dalam kategori sangat tinggi, yaitu nilainya di atas atau sama dengan 80, dan merupakan yang tertinggi di Indonesia."
Pernyataan itu disampaikan Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, saat merilis data terbaru di Jakarta, Rabu (5/11/2025). Ia menegaskan bahwa hasil ini merupakan refleksi keberhasilan Jakarta dalam menjaga tren peningkatan kesejahteraan warganya.
IPM sendiri terdiri dari tiga indikator utama yaitu umur harapan hidup, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Ketiga indikator itu menunjukkan peningkatan yang selaras dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Dari sisi kesehatan, BPS mencatat umur harapan hidup warga Jakarta pada 2025 mencapai 76,27 tahun. Angka ini jauh di atas rata-rata nasional yakni 74,47 tahun.
Indikator pendidikan juga memberikan kontribusi signifikan dalam melesatnya IPM Jakarta. Rata-rata lama sekolah di Jakarta mencapai 11,59 tahun dan harapan lama sekolah sebesar 13,8 tahun.
Data tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional yang tercatat 9,07 tahun untuk rata-rata lama sekolah dan 13,3 tahun untuk harapan lama sekolah. Hal ini menunjukkan akses pendidikan di Jakarta relatif lebih baik dan merata.
"Di Jakarta, lebih tinggi pengeluaran riilnya, dan kenaikannya pun meningkat Rp 723.000, tumbuh 3,62 persen, lebih tinggi dari kenaikan nasional sebesar Rp 461.000."
Hasanudin menjelaskan bahwa daya beli masyarakat juga memiliki kontribusi penting terhadap peningkatan IPM. Pengeluaran riil per kapita warga Jakarta mencapai Rp 20.676.000 per tahun, sementara nasional hanya Rp 12,8 juta.
Distribusi kualitas pembangunan antarkota di wilayah Jakarta juga tercatat cukup bervariasi. BPS menyebut Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan IPM tertinggi di angka 88,51.
Posisi kedua ditempati Jakarta Timur yang mencatat skor 85,51. Disusul Jakarta Barat dengan IPM 85,18 yang masih berada di kategori sangat tinggi.
Jakarta Pusat menyusul di peringkat berikutnya dengan nilai 84,45. Kemudian Jakarta Utara berada pada angka 83,12 yang juga menunjukkan tingkat pembangunan manusia tinggi.
Sementara itu Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan IPM terendah di DKI Jakarta yakni 77,52. Kendati demikian, status tersebut masih berada dalam kategori pembangunan manusia tinggi di tingkat nasional.
Secara nasional, IPM Indonesia pada 2025 tercatat 75,90 atau naik 0,88 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kondisi pembangunan manusia di Indonesia juga terus bergerak ke arah positif.
Provinsi lain yang berhasil mencatat status IPM sangat tinggi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan skor 82,48. Kepulauan Riau menyusul dengan nilai 80,53 sebagai satu-satunya provinsi selain Jakarta dan DIY yang memenuhi kategori tersebut.
BPS juga mencatat pertumbuhan IPM tertinggi nasional berada di Jawa Barat dengan peningkatan 0,98 poin. Sementara Papua Tengah menjadi provinsi dengan pertumbuhan terendah yaitu hanya 0,39 poin.
Data terbaru ini memperlihatkan masih adanya ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia. Namun, peningkatan yang tercapai menunjukkan adanya upaya pemerataan yang terus dilakukan pemerintah.
Keberhasilan Jakarta menempatkan diri di posisi teratas IPM nasional mencerminkan efektivitas kebijakan pembangunan yang menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi secara seimbang. Pencapaian tersebut menegaskan bahwa kualitas hidup masyarakat ibu kota terus melaju menuju taraf yang lebih baik.
Dengan capaian IPM 2025 yang sangat tinggi, Jakarta memperkuat posisinya sebagai wilayah dengan standar kesejahteraan tertinggi di Indonesia. Pemerintah diharapkan terus menjaga laju pertumbuhan ini agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat di masa mendatang.
- Pemprov DKI Jakarta
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
- Angka Harapan Hidup
- BPS
- Badan Pusat Statistik (BPS)
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Produksi Naik Tapi Tipis! BPS Ingatkan Waspada Cuaca di Triwulan II
-
BPS DKI Catat April 2026 Total Ekspor Jakarta Capai 1,5 Miliar Dollar AS
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Pertumbuhan Penduduk RI Melambat, Didominasi Gen-Z dan Milenial
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.