Volkswagen Kembangkan Chip Kemudi Sendiri di Tiongkok

Rabu, 05 Nov 2025, 15:02 WIB

SHANGHAI – Produsen mobil asal Jerman, Volkswagen, mengatakan akan mengembangkan chip kemudi berbantuan internal untuk bisnisnya di Tiongkok seiring upaya untuk pulih dari penurunan penjualan di pasar otomotif terbesar di dunia itu.

Volkswagen masih menjadi grup asing terkemuka yang beroperasi di Tiongkok, tetapi penjualan raksasa otomotif ini telah menurun seiring dengan meningkatnya merek lokal. Volkswagen juga berusaha melindungi diri dari ketegangan global terkait semikonduktor.

Ket. Foto: Volkswagen masih menjadi grup asing terkemuka yang beroperasi di Tiongkok — Sumber: CNC

Grup ini mengumumkan serangkaian kendaraan listrik dan hibrida baru pada bulan April dan sistem kemudi berbantuan yang dirancang khusus untuk pasar Tiongkok dalam upaya mengatasi penurunan tersebut.

"Kami sedang mempercepat dan memperdalam implementasi strategi 'Di Tiongkok, untuk Tiongkok' -- bergerak melampaui produksi lokal menuju penguasaan teknologi inti yang membentuk mobilitas masa depan," ujar Ralf Brandstatter, CEO Volkswagen Group Tiongkok, dalam siaran pers, Rabu (5/11).

Ini adalah pertama kalinya Volkswagen Group mengembangkan chip internal semacam ini, kata seorang juru bicara.

Tanggung jawab atas desain dan produksinya akan berada di tangan perusahaan patungan antara CARIAD, perusahaan perangkat lunak Volkswagen, dan perusahaan teknologi Tiongkok, Horizon Robotics.

Kemampuan mengemudi cerdas telah muncul sebagai medan pertempuran utama di pasar otomotif domestik Tiongkok yang sangat kompetitif.

Semikonduktor juga semakin menjadi sasaran ketegangan perdagangan global, khususnya antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Washington terus memperluas kontrol ekspor dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada chip canggih dan infrastruktur digital.

Produsen mobil Eropa juga terguncang oleh perselisihan antara Tiongkok dan Belanda mengenai chip Nexperia, yang meskipun relatif sederhana dalam hal teknologi, tetap krusial karena kendaraan lebih bergantung pada elektronik.

Tujuan Volkswagen dengan chip baru ini adalah "mengambil kendali atas teknologi kunci yang akan menentukan masa depan mengemudi cerdas", kata CEO Oliver Blume dalam siaran pers tersebut.

"Ini menandai langkah logis berikutnya dalam strategi kami untuk kemampuan inovasi jangka panjang yang luar biasa."

Chip tersebut diperkirakan akan dikirimkan dalam tiga hingga lima tahun ke depan, menurut siaran pers tersebut.

Ketika ditanya apakah ada rencana untuk akhirnya menggunakan chip tersebut di luar pasar Tiongkok, seorang juru bicara mengatakan fokus saat ini adalah pada "implementasi lokal".

"Ke depannya, kami akan menyelaraskan dengan peta jalan strategis Grup secara keseluruhan untuk menyalurkan kembali pencapaian teknologi dari Tiongkok ke bisnis global," ujarnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.