Tekanan Angin Ban Mobil yang Ideal untuk Keselamatan dan Efisiensi
Rabu, 05 Nov 2025, 18:30 WIBJAKARTA - Dalam perawatan kendaraan, banyak pemilik mobil kerap memusatkan perhatian pada mesin atau penggantian oli. Padahal, tekanan angin ban juga memegang peran penting dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar. Tekanan ban yang tidak sesuai dapat memengaruhi kestabilan mobil di jalan, meningkatkan konsumsi bensin, bahkan menimbulkan risiko kecelakaan.
Tekanan ban yang terlalu rendah membuat kendaraan terasa berat saat dikendarai dan meningkatkan kemungkinan kebocoran ketika melewati jalan tidak rata. Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan mobil kehilangan daya cengkeram di jalan basah atau licin (aquaplaning). Oleh karena itu, menjaga tekanan ban tetap sesuai dengan standar pabrikan merupakan langkah penting untuk memastikan performa kendaraan tetap optimal.
Tekanan Angin Ban Ideal
Setiap jenis mobil memiliki ukuran tekanan ban yang berbeda. Informasi mengenai tekanan ban biasanya tercantum pada stiker di pilar pintu depan sisi pengemudi. Misalnya, Toyota All New Kijang Innova dengan ukuran ban standar 205/65R16 disarankan memiliki tekanan 33 psi untuk ban depan dan belakang. Namun, jika membawa penumpang penuh hingga tujuh orang, tekanan ban belakang sebaiknya ditambah menjadi 36 psi.
Sebagai panduan umum:
-
SUV: 35 â 40 psi
-
Sedan: 30 â 33 psi
-
City Car: 30 â 36 psi
-
MPV: 33 â 36 psi
Tekanan ini dapat berubah tergantung pada kondisi jalan dan beban kendaraan. Karena itu, pengemudi disarankan tidak menyamakan tekanan ban dalam segala situasi.
Dampak Tekanan Ban Tidak Ideal
Ban dengan tekanan kurang akan membuat kendaraan terasa oleng, memperlambat sistem pengereman, serta menyebabkan ban aus tidak merata. Selain itu, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Dalam kasus ekstrem, ban bahkan bisa meledak saat digunakan.
Sementara tekanan yang terlalu tinggi menyebabkan suspensi terasa keras, daya cengkeram berkurang, dan kendaraan menjadi kurang stabil, terutama di jalan licin.
Tips Menjaga Tekanan Ban
-
Periksa tekanan ban sebulan sekali. Gunakan alat pengukur tekanan atau lakukan di bengkel terpercaya.
-
Isi angin saat ban dalam kondisi dingin. Mengisi ban panas bisa membuat tekanan menjadi terlalu tinggi.
-
Hindari membawa beban berlebih. Kelebihan muatan memengaruhi tekanan ideal ban.
-
Periksa kondisi dinding ban. Pastikan tidak ada benda tajam yang menempel.
-
Waspadai perubahan cuaca. Suhu rendah dapat menurunkan tekanan udara dalam ban.
Menjaga tekanan angin ban tetap ideal bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga bagian dari keselamatan di jalan. Pemeriksaan rutin dan pemahaman terhadap tekanan ban sesuai jenis mobil akan membantu pengendara berkendara lebih aman, efisien, dan nyaman di setiap perjalanan.
- Tekanan Angin Ban
- Angin Ban Mobil
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Reza Aditya Firdaus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.