Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand dan Kamboja Tarik Senjata Berat

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 02:45 WIB | Oleh:
Thailand dan Kamboja Tarik Senjata Berat Doc: AFP/Agence Kampuchea Press
Ket. Sejumlah tentara Kamboja berdiri dekat konvoi truk peluncur misil di sebuah jalan di Provinsi Preah Vihear pada Sabtu (1/11). Pada Senin (3/11) Thailand dan Kamboja telah mulai menarik senjata berat mereka di sepanjang perbatasan menyusul penandatanganan perpanjangan gencatan senjata pekan lalu.

BANGKOK - Thailand dan Kamboja telah mulai menarik senjata berat dan melakukan operasi pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan yang disengketakan sebagai bagian dari langkah-langkah untuk meredakan ketegangan menyusul penandatanganan perpanjangan gencatan senjata pekan lalu, kata pejabat Thailand pada Senin (3/11).

Pekan lalu, pemimpin Thailand dan Kamboja menandatangani kesepakatan gencatan senjata yang ditingkatkan di Kuala Lumpur di hadapan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tiga bulan setelah ketegangan perbatasan antara kedua negara meledak menjadi konflik mematikan selama lima hari.

Juru bicara pemerintah Siripong Angkasakulkiat mengatakan Thailand tidak akan membebaskan 18 tentara Kamboja yang ditahannya sejak konflik atau membuka kembali pos pemeriksaan perbatasan sampai menilai Kamboja mematuhi perjanjian tersebut.

Laksamana Muda Surasant Kongsiri, juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, mengatakan dalam konferensi pers bahwa operasi pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan telah dimulai, dengan Thailand mengusulkan pembersihan ranjau darat di 13 area dan Kamboja di satu area.

Pada Jumat (31/10) lalu, kedua negara mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa mereka telah sepakat untuk menarik senjata berat dari perbatasan dalam tiga tahap, dimulai dengan sistem roket, diikuti oleh artileri dan kemudian tank dan kendaraan lapis baja lainnya.

Pada Sabtu (1/11), Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan tahap pertama penarikan pasukan dijadwalkan berlangsung selama tiga pekan sejak 1 November.

"Kami perkirakan penarikan senjata berat akan tuntas pada akhir tahun," kata Surasant.

Kedua negara juga telah meningkatkan upaya bersama untuk memerangi kejahatan dunia maya transnasional dan tengah berupaya melakukan upaya demarkasi bersama yang mendesak di wilayah perbatasan yang disengketakan, imbuh dia.

Perang lima hari pada Juli lalu telah menewaskan sedikitnya 48 orang dan menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi sementara dari kedua belah pihak, yang merupakan pertempuran terburuk antara kedua negara dalam beberapa dekade.

Penegasan Asean

Sementara itu Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) menegaskan kembali persatuan dan komitmennya untuk memperkuat kerja sama pertahanan regional pada pertemuan menteri pertahanan yang baru-baru ini diadakan di Kuala Lumpur.

Dalam pernyataan bersama, blok regional tersebut menggarisbawahi pentingnya menegakkan hukum internasional dan mempromosikan stabilitas melalui kolaborasi.

Pertemuan tersebut juga menyambut kepala pertahanan dari negara-negara besar termasuk AS, Tiongkok, dan India, yang mencerminkan meningkatnya minat global terhadap keamanan di kawasan tersebut.

Para delegasi menjajaki bidang kerja sama baru, termasuk pertahanan siber, kecerdasan buatan, dan tanggap bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Hang Nadim Masih Berasap, P...
Olahraga
Ada Harapan dari Sepak Takr...

Pertamina Patra Niaga Umumkan Harga BBM Per 1 Oktober

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pertamina Patra Niaga Umumk...
Advertisement
Kapolri Diganti, Paripurna DPR Setujui Komjen Suyudi Gantikan Jenderal Listyo Sigit

Kapolri Diganti, Paripurna DPR Setujui Komjen Suyudi Gantikan Jenderal Listyo Sigit

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.