Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tenaga Ahli Menteri ESDM: Pemuda Harus Siap Berkontribusi Lewat Pengembangan Energi Lokal

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 11:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tenaga Ahli Menteri ESDM: Pemuda Harus Siap Berkontribusi Lewat Pengembangan Energi Lokal Doc: Antara Foto
Ket. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara, menginisiasi program Biapong yaitu peternakan babi berbasis energi terbarukan dan potensi lokal dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan di Tomohon, Sulut.

Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Muhammad Iksan Kiat menjaring aspirasi mahasiswa lewat Project Mindset Shifting guna mengembangkan potensi energi lokal.

“Pemuda tidak hanya harus siap kerja, tapi juga siap berkontribusi. Energi bangsa tidak hanya datang dari sumber daya alam, tapi juga dari semangat dan kreativitas generasi mudanya,” ujar Iksan dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Ubud, Bali, Senin malam.

Dari Universitas Cenderawasih di Jayapura hingga Universitas Islam Riau di Pekanbaru, Iksan telah mengunjungi 28 kampus di 20 provinsi, serta berpesan bahwa anak muda harus menjadi penggerak, bukan penonton.

Dari rangkaian dialog dan forum terbuka, tutur dia, lahir tiga aspirasi utama dari anak muda daerah.

Pertama, soal penguatan kompetensi lokal. Mahasiswa perlu mendorong kolaborasi antara kampus, BPSDM ESDM, dan dinas terkait agar kurikulum serta pelatihan SDM benar-benar relevan dengan kebutuhan industri energi.

Kedua, tentang riset dan inovasi berbasis daerah. Banyak perguruan tinggi siap terlibat dalam joint study yang mengembangkan potensi energi lokal, termasuk pembentukan pusat inovasi energi daerah.

Ketiga, dorongan untuk wirausaha muda energi. Anak muda ingin mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai sektor ESDM, dari teknologi pendukung, inovasi alat, hingga UMKM energi lokal.

“Kita harus bergerak dari triple helix, antara pemerintah, akademisi, dan industri, menuju octa helix yang melibatkan komunitas, media, lembaga keuangan, dan masyarakat sipil,” kata Iksan.

Bagi Iksan, roadshow ini bukan sekadar laporan kegiatan, tapi perjalanan ideologis. Ia menutup kunjungannya di Politeknik Negeri Lampung.

“Anak muda adalah energi bangsa. Mereka bukan hanya penerus, tapi penggerak perubahan. Ketika mereka memahami peran strategisnya dalam ekosistem energi nasional, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan lagi mimpi, tapi keniscayaan,” kata dia.

Ketua Komunitas Migas dan Energi Indonesia Herry Putranto, yang turut mendampingi roadshow, menyebut langkah tersebut sebagai investasi sosial jangka panjang.

“Konsistensi membina jaringan muda energi akan menentukan kualitas SDM strategis sektor ESDM di masa depan.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.