Kemensos dan P2MI Siapkan Kurikulum Migran bagi Siswa Sekolah Rakyat
Selasa, 04 Nov 2025, 15:20 WIBJAKARTA - Kementerian Sosial bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyiapkan materi khusus bagi siswa Sekolah Rakyat. Kurikulum ini menjadi bekal awal bagi siswa yang berminat bekerja di luar negeri setelah lulus.
Penyiapan kurikulum ini merupakan bagian dari kerja sama kedua kementerian. Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Menteri P2MI, Mukhtarudin di Jakarta, Senin (3/11).
Menteri P2MI, Mukhtarudin, mengatakan kerja sama ini untuk meningkatkan kolaborasi antar lembaga negara. Fokusnya adalah menyiapkan generasi muda agar siap menjadi pekerja migran yang berkualitas dan terlindungi.
Ia menjelaskan Sekolah Rakyat akan dilengkapi dengan materi tentang dunia kerja luar negeri. Siswa akan diajarkan hal-hal penting seputar tata cara, prosedur, dan keamanan bekerja di luar negeri.
"Sekolah Rakyat ini akan menjadi bagian penting dari pembinaan calon pekerja migran. Kurikulumnya akan memuat pelajaran yang relevan dengan kebutuhan kerja luar negeri," ujar Mukhtarudin.
Menurut dia, Presiden menekankan dua hal utama yang menjadi arah kebijakan. Pertama, perlindungan pekerja migran di semua tahap. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kurikulum migran akan memperkuat peran Sekolah Rakyat dalam menyiapkan siswa menghadapi dunia kerja.
"Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar akademik, tapi juga tempat menyiapkan masa depan anak-anak. Termasuk mereka yang ingin bekerja di luar negeri," kata Gus Ipul - sapaan akrabnya.
Saat ini, terdapat 166 titik Sekolah Rakyat dari tingkat SD hingga SMA. Sebanyak 6.700 siswa tingkat SMA diperkirakan lulus pada tahun 2028 dan siap mengikuti program lanjutan.
Bagi siswa yang ingin kuliah, Kemensos menyiapkan pendampingan hingga perguruan tinggi. Sementara bagi yang ingin bekerja, disiapkan pelatihan vokasi dan bahasa asing sesuai kebutuhan negara tujuan.
"Yang ingin bekerja di luar negeri akan mendapat pelatihan tambahan, terutama bidang bahasa," ucap dia.
Ruang lingkup kerja sama kedua kementerian mencakup perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran. Termasuk penyelenggaraan kelas migran di Sekolah Rakyat serta sosialisasi bekerja ke luar negeri secara aman dan prosedural.
Sebagai langkah awal, Kemensos dan P2MI akan memulai sosialisasi ke siswa Sekolah Rakyat. Program ini dilanjutkan dengan pelatihan bahasa Inggris, Arab, Jepang, Korea, dan Jerman.
Mukhtarudin menambahkan, kerja sama dengan Kemensos sebenarnya sudah berjalan sebelumnya. Termasuk dalam pendampingan pekerja migran bermasalah yang dipulangkan dari luar negeri.
Gus Ipul menegaskan, melalui kolaborasi ini Sekolah Rakyat menjadi pintu awal lahirnya tenaga migran unggul. Mereka diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga terlindungi dan berdaya saing tinggi. ils/I-1
- Kemensos
- KemenP2MI
- Kurikulum Sekolah Rakyat
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Wagub Rano Dorong Pelestarian Budaya Kampung Jakarta Lewat Buku Filosofi Orang Kampung
-
Era Suku Bunga Tinggi AS Jadi Ujian Ketahanan Kebijakan Ekonomi Nasional
-
Kejuaraan paralayang internasional di Kabupaten Sumedang
-
Jackie, Si Elang Botak yang Viral Mati Setelah Jalani Perawatan Intensif
-
Tak Mau Kekurangan Air! Pemkab Lamongan Optimalkan Waduk dan Rawa untuk Irigasi
-
Tol Jambi-Rengat Rp17 Triliun Dikebut, Pembebasan Lahan Ditargetkan Tuntas Desember 2026
-
Siaga Kabut Asap Karhutla, BULOG Jamin Stok Beras Aman dan Buka Jalur Bantuan Untuk Kalimantan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.