Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turki Panggil Aliansi Muslim Bahas Gencatan Senjata Gaza, Apakah Perdamaian Makmur atau Sekadar Istirahat?

📅 Senin, 03 Nov 2025, 19:15 WIB | Oleh:
Turki Panggil Aliansi Muslim Bahas Gencatan Senjata Gaza, Apakah Perdamaian Makmur atau Sekadar Istirahat? Doc: Reuters
Ket. Kondisi di Gaza terlihat melalui pagar Kibbutz Nahal Oz, dekat perbatasan Israel dengan Gaza di Israel selatan, 28 Oktober 2025.

JAKARTA - Turki menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri untuk mendorong gencatan senjata permanen di Gaza dan memulai langkah diplomatik lanjutan untuk mengakhiri perang Israel-Hamas. Pertemuan ini melibatkan negara-negara kunci kawasan yang ingin memastikan proses perdamaian tidak terhenti di tengah konflik yang terus menelan korban.

Pertemuan tersebut membahas implementasi kesepakatan gencatan senjata sementara yang pernah dicapai, serta bagaimana memperluasnya menjadi penghentian serangan total. Delegasi juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk membuka akses kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan ke Jalur Gaza.

Turki menegaskan komitmennya untuk berperan aktif sebagai mediator dalam negosiasi yang lebih strategis antara pihak-pihak yang bertikai. Pemerintah Ankara ingin mempercepat langkah agar bantuan dapat masuk tanpa hambatan dan rekonstruksi dapat dimulai secepat mungkin.

“Tujuan kita adalah menghentikan pertumpahan darah dan memastikan solusi yang adil bagi rakyat Palestina,” ujar Menteri Luar Negeri Turki dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan bahwa dunia tidak boleh menutup mata atas krisis kemanusiaan yang terjadi.

Negara-negara peserta juga membahas langkah diplomatik untuk menekan Israel menghentikan operasi militernya yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Mereka menyebut situasi kemanusiaan di Gaza telah berada pada titik paling buruk dalam sejarah konflik modern.

Mesir, Qatar, dan Yordania turut hadir dalam forum itu sebagai pihak yang selama ini terlibat dalam upaya negosiasi pertukaran tahanan dan pembukaan koridor kemanusiaan. Kolaborasi mereka disebut menjadi fondasi penting untuk mewujudkan kesepakatan yang bertahan lama.

Pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas kembali menjadi isu sentral karena dianggap bisa menjadi pintu perundingan politik lanjutan. Para mediator berharap pembebasan sandera dapat mempermudah perluasan gencatan senjata menjadi kesepakatan yang lebih kokoh.

“Hamas menunjukkan kesediaan membuka ruang diplomasi, namun semua pihak harus memiliki komitmen yang sama,” kata seorang pejabat dari salah satu negara peserta. Ia menilai tekanan internasional kepada Israel harus lebih kuat untuk menghentikan serangan.

Turki juga mengajak negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat dan Uni Eropa, untuk lebih tegas mendukung upaya penghentian konflik. Menurut Ankara, setiap penundaan hanya akan memperpanjang penderitaan warga sipil Gaza.

Pembahasan rekonstruksi Gaza menjadi agenda penting karena ribuan bangunan hancur dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Program bantuan jangka panjang dinilai harus segera dimulai agar warga Gaza memiliki harapan hidup yang lebih baik setelah perang.

Para menteri turut menekankan perlunya mekanisme pengawasan internasional terhadap gencatan senjata jika kesepakatan baru tercapai. Mereka ingin memastikan tidak ada pihak yang melanggar atau memanfaatkan jeda kekerasan untuk kepentingan militer.

Isu status politik Gaza pascaperang juga mengemuka, termasuk peran Otoritas Palestina dalam pemerintahan di wilayah tersebut. Sejumlah negara mendesak adanya solusi politik yang sah dan diakui komunitas internasional sebagai jalan menuju perdamaian jangka panjang.

Turki menyatakan akan melanjutkan dialog dengan kekuatan global untuk memperkuat inisiatif kawasan ini. Ankara berharap proses ini dapat menghasilkan terobosan yang mampu mengakhiri siklus kekerasan yang terus berulang.

Masyarakat internasional disebut semakin kehilangan kesabaran terhadap agresi militer Israel yang tak henti. Banyak negara menilai bahwa penyelesaian konflik tidak akan tercapai tanpa keadilan bagi warga Palestina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.