Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Kolaborasi Pemanfaatan Logam Tanah Jarang

📅 Senin, 03 Nov 2025, 08:42 WIB | Oleh:
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Kolaborasi Pemanfaatan Logam Tanah Jarang Doc: ANTARA
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat membuka agenda Research and Innovation Day di Auditorium Universitas Brawijaya, di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (31/10/2025).

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan pentingnya kolaborasi nasional untuk memperkuat kemandirian teknologi logam tanah jarang.

Melalui keterangan di Jakarta, Senin (3/11), Mendiktisaintek menekankan hal ini merupakan langkah penting menuju kemandirian teknologi nasional. Keberhasilan ekonomi suatu bangsa tidak ditentukan oleh kekayaan alam semata, tetapi oleh kemampuan menguasai dan mengolah teknologi berbasis riset.

"Kita harus punya strategi, rare earth (logam tanah jarang) kuncinya adalah dari kemampuan kita menguasai teknologi, dan membangun industri," katanya.

Brian yang juga ketua Badan Industri Mineral (BIM) itu juga menekankan pentingnya belajar dari negara lain seperti Jepang, Korea dan China yang berhasil tinggal landas karena riset dan teknologi pengolahan mineral strategis.

"Penguasaan teknologi nasional menjadi satu-satunya cara agar Indonesia tidak kembali mengulang sejarah ketika sumber daya alam diekspor murah namun diimpor kembali dalam bentuk barang jadi bernilai tinggi," ujar Brian.

Senada dengan Brian, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara menekankan kolaborasi lintas disiplin dalam pengembangan riset logam tanah jarang dan mineral strategis nasional diperlukan oleh negara.

Ia menggarisbawahi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus menjadi dasar pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

"Melalui sinergi antar fakultas, pusat riset, dan dunia industri, ITB siap memperkuat kontribusi akademik dari hulu hingga hilir," ucapnya.

Diketahui, di Indonesia terdapat 15 jalur metalogeni, yang merupakan hasil mineralisasi logam dari proses magmatik, dengan total panjang 15.000 km dan baru setengahnya yang tereksplorasi.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung sebelumnya menyebut Indonesia memiliki potensi bidang logam dan mineral yang belum dimanfaatkan seluruhnya.

"Kita memiliki potensi mineral kritis dan logam tanah jarang yang cukup besar. Selama ini belum termanfaatkan secara maksimal, padahal kebutuhan industri dalam negeri dan pengembangan teknologi hilirisasi sangat besar," kata Yuliot.

Oleh sebab itu, Kementerian ESDM menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, dan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk bekerja sama dalam kegiatan eksplorasi mineral dan batubara (minerba) di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.