Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komite PBB Tetap Pertahankan Kendali Manusia atas Senjata Nuklir

📅 Senin, 03 Nov 2025, 02:10 WIB | Oleh:
Komite PBB Tetap Pertahankan Kendali Manusia atas Senjata Nuklir Doc: Nuclear Age Peace Foundation
Ket. Komite Pertama Majelis Umum PBB saat bersidang di markas PBB, New York, AS, pada akhir Oktober lalu. Pada Sabtu (1/11) komite ini telah mengadopsi sebuah resolusi untuk tetap mempertahankan sistem senjata nuklir di bawah kendali manusia.

NEW YORK - Komite Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani pelucutan senjata telah mengadopsi sebuah resolusi untuk tetap mempertahankan sistem senjata nuklir di bawah kendali manusia. Upaya itu ditetapkan untuk mencegah kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menggunakan senjata tersebut dengan cara yang tidak diinginkan.

“Meksiko dan beberapa negara anggota lain dari Komite Pertama majelis mengusulkan resolusi untuk mencegah potensi risiko AI yang terintegrasi dengan senjata nuklir,” lapor kantor berita NHK, Minggu (2/11).

Dengan mempertimbangkan penggunaan AI oleh militer, resolusi ini mengungkapkan kekhawatiran bahwa masalah teknis dengan AI dapat menyebabkan konsekuensi serius, seperti penggunaan senjata nuklir secara tidak sengaja dengan cara yang tidak diinginkan.

Resolusi ini menyerukan pengawasan dan pengendalian oleh manusia dalam sistem yang mengatur senjata nuklir tetap dipertahankan.

Resolusi ini disahkan dengan dukungan dari 115 negara. Sedangkan delapan negara, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara bersenjata nuklir lainnya, menentangnya. Jepang abstain dengan mempertimbangkan keseimbangan antara peluang dan risiko yang dihadirkan oleh AI.

Profesor Daniel Holz dari Departemen Fisika Universitas Chicago mengatakan integrasi teknologi AI ke dalam senjata nuklir merupakan kemungkinan yang mengerikan. Ketua majalah sains AS yang membuat "Jam Kiamat" tersebut mengkhawatirkan integrasi itu tidak dapat dihindari dalam beberapa hal, kecuali ada tekanan yang sangat kuat atas upaya tersebut.

Ia pun menambahkan bahwa penting bagi negara-negara untuk menanggapi masalah ini dengan sangat serius. SB/NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.