Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat, Harga Beras di 51 Daerah Melambung, Harus Dikirim Tim untuk Menekan

📅 Senin, 03 Nov 2025, 19:56 WIB | Oleh:
Gawat, Harga Beras di 51 Daerah Melambung, Harus Dikirim Tim untuk Menekan Doc: ist
Ket. beras banyak tapi kok harga naik

JAKARTA -  Ini mungkin kejadian unik. Katanya, banyak sekali stok beras, tapi harga beras di puluhan daerah melambung. Sampai-sampai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman harus mengirim tim untuk menekan harga beras di atas harga eceran tertinggi (HET) di 51 daerah.

"Kami bentuk tim mengawal tiap kabupaten untuk menekan harga komoditas pangan khususnya beras," kata Amran di sela-sela mengunjungi Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Serpong di Tengerang, Banten, Senin. Ia mengatakan tim tersebut dibentuk untuk memastikan harga beras tetap sesuai dengan HET yang ditentukan pemerintah, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di permintaan beras nasional.

Amran mengatakan Bapanas berkolaborasi dengan Perum Bulog dalam pelaksanaan pengawasan harga di lapangan agar distribusi dan penyaluran beras dapat berjalan lancar serta tepat sasaran bagi seluruh wilayah Indonesia. "Kami bentuk dari Bapanas tandem dengan Bulog. Kawal harga beras, ada 51 daerah yang masih di atas HET. Kami minta kawal 51 kabupaten itu," katanya, menjelaskan.

Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya menghadapi potensi gejolak harga menjelang akhir tahun. Tim khusus tersebut akan ditugaskan langsung di masing-masing daerah yang harga berasnya masih berada di atas HET guna melakukan pemantauan, pendampingan, dan intervensi pasar secara cepat.

"Kemudian tim tersebut nanti menggerakkan program SPHP, operasi pasar. Kalau dulu, saat harga di bawah HET semua operasi pasar berhenti. Sekarang nggak. Setiap saat, tim ini bekerja setiap saat seluruh Indonesia," katanya. Selain itu, tim akan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan daerah dan Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) setempat untuk memastikan pengawasan distribusi beras dilakukan secara transparan dan terkendali.

"Jadi kolaborasi dengan Ditkrimsus (Polda), kemudian (Dinas) Perdagangan, tim kami dari Bapanas. Kami turunkan karena ada 51 daerah, kami turunkan 51 orang ke kabupaten itu. Langsung dituju," kata Amran. Melalui mekanisme tersebut, Bapanas berharap harga beras di seluruh daerah dapat kembali stabil, sehingga masyarakat tetap mudah mendapatkan bahan pokok utama dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Kendati demikian, Amran tidak menyebutkan secara rinci nama-nama dari 51 daerah tersebut yang saat ini masih menjual beras di atas HET. Lebih lanjut Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan terus digerakkan sebagai bagian dari operasi pasar nasional untuk menekan harga beras dan memperkuat cadangan pangan pemerintah.

Pemerintah menegaskan kegiatan SPHP tidak akan terhenti dan akan terus berlanjut selama diperlukan demi menjaga keseimbangan pasokan, stabilitas harga, dan ketahanan pangan nasional di seluruh Indonesia. "Program beras SPHP akan terus dilakukan selama kami masih di Bapanas," kata Amran, menegaskan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.