Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Samarinda Bisa Bebas Banjir! Pakar Unlam Ungkap Kuncinya!

3 Minggu, 02 Nov 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Samarinda Bisa Bebas Banjir! Pakar Unlam Ungkap Kuncinya! Samarinda Bisa Bebas Banjir! Pakar Unlam Ungkap Kuncinya! Doc: Antara
Ket. Tangkapan layar dari CCTV Diskominfo Samarinda saat merekam situasi banjir.

Samarinda - Pakar perencanaan wilayah dan kota dari Universitas Mulawarman Warsilan memaparkan sejumlah solusi teknis dan non-teknis untuk menanggulangi persoalan banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

"Kalau berbicara tentang penanganan banjir, kita harus melihat karakteristik DAS (Daerah Aliran Sungai) itu sendiri," kata Warsilan di Samarinda, Sabtu (1/11).

Ia menyoroti pentingnya sinkronisasi program antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda yang saat ini masih terlihat berbeda persepsi.

Warsilan menjelaskan bahwa prioritas Gubernur Kaltim cenderung pada revitalisasi DAS Makam untuk transportasi strategis regional dan pengerukan muara, sementara wali kota lebih fokus pada penanganan banjir di wilayah perkotaan.

Menurut dia, salah satu pendekatan teknis yang bisa digunakan adalah pembangunan embung, yakni wadah penampungan sementara yang berfungsi menahan air dari hulu agar tidak langsung turun ke bawah.

Penanganan di hulu menjadi penting karena di sana masih ada aktivitas tambang yang mempengaruhi kualitas air dan sedimentasi sungai.

Ia memetakan bahwa Samarinda sangat dipengaruhi oleh DAS Karangmumus, yang merupakan bagian dari sub-DAS Makam, serta DAS Karangasem dan sungai-sungai kecil lainnya.

Selain itu, faktor topografi Samarinda yang berada di titik nol atau hampir sejajar permukaan laut menjadi tantangan utama yang tidak bisa diabaikan.

"Artinya, ketika terjadi pasang laut dan hujan deras secara bersamaan, genangan tak terhindarkan," ujarnya.

Warsilan menyebut dalam kondisi tersebut, air baru bisa keluar ketika pasang surut, sehingga genangan bisa bertahan berjam-jam bahkan berhari-hari.

Kondisi ini berbeda dengan Balikpapan yang memiliki kemiringan lebih tinggi sehingga air lebih cepat mengalir ke laut.

Masalah lainnya adalah sedimentasi tinggi di muara sungai yang seharusnya dirawat setiap tahun agar lalu lintas kapal besar, termasuk kontainer, tidak terganggu.

Warsilan juga mengingatkan bahwa air dari hulu, seperti dari daerah Makam Hulu, Long Pange, bahkan dari Kalimantan Utara, turut berpengaruh terhadap volume air di Sungai Makam yang melintasi Samarinda.

"Jadi, penyebab banjir di Samarinda tidak hanya karena hujan, tetapi juga akibat kombinasi antara pasang surut air laut, kondisi topografi datar, sedimentasi di muara, dan lemahnya sinkronisasi program antara pemerintah kota dan provinsi," kata Warsilan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Dampak Jatuhnya Jet Pribadi...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.