Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian PU Siapkan Beasiswa untuk Generasi Profesional Terowongan

25 Minggu, 02 Nov 2025, 08:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementerian PU Siapkan Beasiswa untuk Generasi Profesional Terowongan Kementerian PU Siapkan Beasiswa untuk Generasi Profesional Terowongan Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Kantor Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta.

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, menyiapkan beasiswa untuk membangun generasi profesional di bidang terowongan.

"Kita membutuhkan insinyur dan tenaga ahli dengan spesialisasi tinggi. Kami telah menyiapkan program beasiswa magister spesialisasi di bidang struktur geologi dan terowongan untuk membangun generasi baru profesional terowongan," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian PU, Boby Ali Azhari, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (02/11).

Dirinya mengatakan pengerjaan proyek terowongan bawah tanah masih menghadapi tantangan dari aspek teknis pekerjaan hingga kompetensi sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri.

Pembangunan infrastruktur bawah tanah membutuhkan keahlian yang sangat spesifik dan berbeda dari bidang teknik sipil umum.Karena itu, peningkatan kompetensi dan sertifikasi tenaga ahli menjadi prioritas utama pemerintah.

Boby mengatakan pihaknya juga memperkuat program sertifikasi tenaga konstruksi.Hingga Oktober 2025, tercatat 30 profesional telah tersertifikasi sebagai ahli madya perencanaan terowongan jalan, dan 24 lainnya sebagai insinyur muda perencanaan terowongan jalan.

"Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi dan kesiapan tenaga kerja nasional menghadapi proyek-proyek berteknologi tinggi," katanya.

Selain tenaga perorangan, ia juga menekankan pentingnya sertifikasi bagi badan usaha jasa konstruksi.Tercatat, hingga Oktober 2025, terdapat 34 perusahaan yang telah memperoleh sertifikat badan usaha (SBU) untuk klasifikasi konstruksi terowongan.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia (MTKBTI) menyoroti berbagai tantangan teknis yang dihadapi industri konstruksi bawah tanah di Indonesia, terutama terkait kondisi geologi dan geoteknik yang bervariasi di setiap daerah.

Weni menilai peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan transfer teknologi internasional menjadi kunci untuk memperkuat sektor ini.

"Kami membuka ruang kolaborasi dengan insinyur mancanegara agar terjadi pertukaran ilmu dan pengalaman," ujarnya.

Meski dihadapkan pada tantangan finansial dan teknis, Weni optimistis potensi industri konstruksi bawah tanah di Indonesia sangat besar.

Dalam jangka panjang, sektor ini akan memberikan manfaat besar bagi pembangunan nasional.

MTKBTI resmi dibentuk dan menggelar acara inaugurasi pertama. Asosiasi ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan ruang sinergi di tengah meningkatnya proyek-proyek pembangunan bawah tanah di Indonesia, seperti MRT Jakarta, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, hingga rencana terowongan bawah laut (immersed tunnel) menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Weni menjelaskan bahwa organisasi ini menjadi wadah bagi para pelaku industri konstruksi bawah tanah untuk saling berkolaborasi, bertukar pengetahuan, serta menjembatani komunikasi dengan regulator.

"Kami ingin agar pelaku industri konstruksi bawah tanah tidak berjalan sendiri. Ini wadah bersama untuk berdiskusi, mencari solusi, dan berkomunikasi dengan regulator seperti Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, maupun Kementerian ESDM," kata Weni.

Saat ini, MTKBTI telah menerima sekitar 130 aplikasi pendaftaran anggota individual dan menargetkan untuk merekrut 15 anggota korporasi pada tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Kerawangan Papua Tengah Cuk...
Ekonomi
Di WCCE 2026, Kementerian E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.