Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tegas! Mentan Alihkan Pengecer Pupuk Nakal ke Kopdes Merah Putih

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 17:43 WIB | Oleh:
Tegas! Mentan Alihkan Pengecer Pupuk Nakal ke Kopdes Merah Putih Doc: antara foto
Ket. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil langkah tegas dan strategis dengan mengalihkan distribusi pupuk bersubsidi dari kios dan pengecer bermasalah atau nakal kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat transparansi, efisiensi, dan perlindungan terhadap petani.

Amran mengatakan kebijakan itu diambil setelah Kementerian Pertanian mencabut izin sejumlah pengecer dan distributor pupuk yang terbukti melanggar ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

"Pengecer dan kios pupuk subsidi yang dicabut izinnya, (distribusi pupuk) dialihkan ke Koperasi Merah Putih," kata Mentan dalam jumpa pers terkait pencabutan izin 190 kios dan pengecer pupuk bersubsidi yang bermasalah di Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Koperasi Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono terkait pengalihan kios serta pengecer bermasalah yang selanjutnya akan dikelola oleh Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

"Kami sudah hubungi Menteri Koperasi (Ferry Juliantono), ini diambil alih," ujar Mentan.

Sebelumnya, Mentan telah mencabut izin 2.039 kios, distributor, dan pengecer pupuk subsidi pada Senin (13/10) yang terbukti melakukan pelanggaran.

Pencabutan izin tersebut dilakukan setelah investigasi awal menemukan ribuan kasus pelanggaran berupa kenaikan harga pupuk bersubsidi jenis NPK, urea 18 hingga 20 persen dari HET yang merugikan petani.

"Dulu 2.039 (kios dan pengecer yang dicabut izinnya), sekarang (yang dicabut izinnya) 190 kios dan pengecer. Jadi dulu kami kumpul 1-2 bulan. Itu 2.039 kios dan pengecer yang dicabut izinnya," jelasnya.

Terbaru, Kementerian Pertanian mencabut izin 190 pengecer dan distributor pupuk yang terbukti melanggar ketentuan yakni tidak mengikuti aturan HET baru, yang turun 20 persen.

Melalui sistem Kopdes Merah Putih, pemerintah ingin memastikan pendistribusian pupuk dilakukan secara lebih adil, langsung kepada petani, tanpa adanya praktik yang berpotensi merugikan kelompok tani.

Mentan menyebut, langkah itu merupakan bentuk reformasi tata niaga pupuk agar rantai pasok menjadi lebih sehat, efisien, dan berpihak pada kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Ia menegaskan, Kopdes Merah Putih akan menjadi mitra strategis Kementan dalam memperkuat sistem distribusi serta meningkatkan pengawasan agar kebijakan subsidi tepat sasaran dan transparan.

Selain memastikan pasokan tetap lancar, kebijakan ini juga membuka ruang bagi lebih banyak pelaku usaha daerah dan generasi muda untuk berkontribusi dalam distribusi pupuk bersubsidi.

"Masih banyak putra-putri terbaik bangsa yang ingin berkontribusi. Jangankan 50, 100 pengecer pun (jika tidak mematuhi aturan) kita cabut, nggak masalah, kita ambil risiko dan kita atasi risiko itu," kata Mentan.
. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.