Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Algoritma Quantum Echoes Tandai Babak Baru Supremasi Komputasi Kuantum

📅 Kamis, 30 Okt 2025, 07:48 WIB | Oleh:

“Kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa Anda dapat membangun atom dari rangkaian listrik,” kata Dr. Devoret. Penemuan ini meletakkan dasar bagi “qubit superkonduktor” yang digunakan Google, IBM, dan banyak perusahaan lain untuk menggerakkan komputer kuantum mereka. Hal ini melibatkan pendinginan logam tertentu hingga suhu yang sangat rendah sehingga menunjukkan perilaku aneh yang sama seperti partikel subatom.

Komputer kuantum saat ini masih membuat terlalu banyak kesalahan. Namun, berkat kemajuan terbaru dalam koreksi kesalahan sebuah cara untuk ­mengurangi kesalahan banyak ilmuwan kini yakin teknologi ini dapat memenuhi janjinya sekitar akhir dekade ini.

Google mengumumkan tahun lalu bahwa mereka telah membangun komputer kuantum yang hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk melakukan perhitungan matematika yang sangat rumit dalam sebuah uji coba yang dirancang untuk mengukur kemajuan teknologi tersebut.

Salah satu superkomputer non-kuantum terkuat di dunia tidak akan mampu menyelesaikannya dalam 10 septi­liun tahun, jangka waktu yang melampaui usia alam semesta yang kita kenal hingga ­miliaran triliun tahun.

Momen “supremasi kuantum” ini menunjukkan bahwa teknologi tersebut mulai melampaui kemampuan komputer klasik. Namun, perhitungan yang dilakukan oleh mesin Google, yang berbasis pada chip bernama Willow, tidak memiliki kegunaan praktis.

Google dan banyak pesaingnya masih berupaya mencapai momen di mana komputer kuantum dapat melampaui apa yang mungkin dilakukan oleh komputer klasik karena ia melakukan tugas-tugas penting di bidang-bidang seperti kimia dan kecerdasan buatan.

“Agar potensi komputer kuantum dapat terwujud, kita perlu menghasil­kan obat baru yang hanya kita ketahui berkat komputer kuantum,” kata Dr Narang dari U.C.L.A. “Dengan begitu, kita dapat mengatakan bahwa semua investasi itu sepadan,” ungkap Dr Narang. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.