Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNN Sebut Target Indonesia Emas Sulit Tercapai jika Narkoba Tidak Ditangani Serius

📅 Kamis, 30 Okt 2025, 12:57 WIB | Oleh:
BNN Sebut Target Indonesia Emas Sulit Tercapai jika Narkoba Tidak Ditangani Serius Doc: antara foto
Ket. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat menerima audiensi Ketua Dewan Pengawas dan Pengurus Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS), di Jakarta, Selasa (28/10).

JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan target Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika persoalan narkoba tidak ditangani secara serius. Hal tersebut disebabkan karena perkembangan narkotika saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Saat menerima audiensi Ketua Dewan Pengawas dan Pengurus Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS), di Jakarta, Selasa (28/10), Suyudi mengungkapkan bahwa perkembangan narkotika saat ini semakin mengkhawatirkan, terutama dengan munculnya narkoba jenis baru alias New Psychoactive Substances (NPS) dalam berbagai bentuk seperti makanan, permen, minuman, hingga rokok elektrik.

“Masalah narkoba tidak boleh dianggap kecil karena pekerjaan rumah kita besar. Jadi mari kita tingkatkan kolaborasi di semua bidang,” ucap Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (30/10).

Maka dari itu, kata dia, BNN terus menggencarkan pencegahan penyalahgunaan narkotika sebagai langkah yang sangat mulia dibandingkan pemberantasan, karena mencegah sebelum terjadinya keburukan atau kejahatan.

Dengan demikian dalam kesempatan tersebut, BNN dan GANNAS berdiskusi terkait kampanye pencegahan narkoba di seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air sebagai jalan menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas GANNAS I Komang Koheri menyampaikan komitmen organisasinya yang telah berkiprah selama 18 tahun dalam kampanye anti narkoba.

Dalam audiensi tersebut, ia menjelaskan GANNAS aktif dalam melakukan sosialisasi dan membuka layanan pengaduan bagi pecandu narkoba.

"Kami siap bekerja sama dan terus mendukung program-program yang dicanangkan oleh BNN,” tutur I Komang.

Indonesia Emas 2045 merupakan visi untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju, adil, makmur, dan berdaya saing saat berusia 100 tahun kemerdekaan pada 2045.

Visi itu didukung oleh Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan dibangun di atas empat pilar utama, yakni pembangunan manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Prabowo Lantik Sarmuji jadi Menteri Perindustrian

Prabowo Lantik Sarmuji jadi Menteri Perindustrian

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.