Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantan Bupati Sleman Sri Purnomo Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata 2020

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 15:55 WIB | Oleh:
Mantan Bupati Sleman Sri Purnomo Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata 2020 Doc: Dok. Istimewa

SLEMAN - Kejaksaan Negeri Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menahan mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo (SP), yang terjerat kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata tahun anggaran 2020.

“Terhadap tersangka SP dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Yogyakarta untuk 20 hari ke depan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DIY, Herwatan, melalui keterangan di Yogyakarta, Selasa.

Herwatan menjelaskan, penahanan terhadap SP—yang menjabat sebagai Bupati Sleman dua periode, 2010–2015 dan 2016–2021—berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Nomor PRINT-XXX/M.4.11/Fd.1/10/2025 tertanggal 28 Oktober 2025.

Ia menuturkan, langkah penahanan dilakukan karena penyidik memiliki alat bukti yang cukup, serta mempertimbangkan alasan sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (1) dan (4) huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Dalam ketentuan itu disebutkan, penahanan dapat dilakukan apabila ada kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya.

Selain itu, dugaan tindak pidana yang disangkakan terhadap SP juga termasuk kategori dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun, sesuai ketentuan pasal tersebut.

Sri Purnomo sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka melalui surat perintah penetapan tertanggal 30 September 2025. Ia diduga terlibat dalam penyimpangan pengelolaan dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman tahun 2020.

Dalam perkara ini, SP disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 dan/atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Bangunan Sekolah Dasar di K...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.