Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Geothermal Energy Luncurkan G-Bionic, Dorong Efisiensi dan Inovasi Panas Bumi Berkelanjutan

30 Selasa, 28 Okt 2025, 21:07 WIB | Oleh:
Pertamina Geothermal Energy Luncurkan G-Bionic, Dorong Efisiensi dan Inovasi Panas Bumi Berkelanjutan Pertamina Geothermal Energy Luncurkan G-Bionic, Dorong Efisiensi dan Inovasi Panas Bumi Berkelanjutan Doc: PGE
Ket. Pembukaan acara PGE Digital Day 2025 yang diadakan di Jakarta, pada hari Senin (27/10). Acara ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi G-Bionic Project Update, diskusi panel, serta sharing session yang menghadirkan berbagai pengalaman terhadap pemanfaatan teknologi digital dari anak usaha Pertamina.

JAKARTA – Pemanfaatan teknologi G-Bionic menjadi langkah strategis PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis. Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani, yang juga menjadi inisiator program ini, menegaskan bahwa peran PGE sangatlah strategis dalam mendukung percepatan transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Inisiatif G-Bionic merupakan komitmen nyata PGE untuk menjalankan amanah pengembangan kapabilitas digital sesuai yang tercantum pada prospektus IPO sebagai salah satu fondasi utama untuk mengakselerasi target menjadi perusahaan energi dengan kapasitas panas bumi terbesar di dunia.

Lebih lanjut, Ahmad Yani menjelaskan bahwa optimalisasi pengembangan panas bumi harus dimulai dari dalam organisasi, salah satunya melalui transformasi yang adaptif terhadap kemajuan era digital. Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi bukan sekadar alat, melainkan kunci utama untuk memperkuat daya saing dan memastikan keberlanjutan bisnis PGE di tengah dinamika industri energi global.

“Swasembada energi adalah fondasi kemandirian bangsa di tengah dinamika global dan krisis iklim yang semakin nyata. Melalui transformasi digital, PGE berupaya mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat pengembangan energi bersih yang presisi dan berkelanjutan. Inilah yang melatarbelakangi diluncurkannya program G-Bionic,” ujar Ahmad Yani.

Diinisiasi pada tahun 2023, G-Bionic merupakan rangkaian program transformasi digital jangka panjang yang dirancang sebagai pintu gerbang menuju budaya kerja berbasis data sekaligus fondasi pengambilan keputusan berbasis data di seluruh lini operasional PGE.

“Teknologi ini berorientasi pada penciptaan nilai. Melalui inisiatif ini, kita bukan hanya mengubah sistem, tetapi juga membentuk budaya baru dalam cara kita bekerja dan mengambil keputusan. Implementasi G-Bionic merupakan langkah nyata PGE dalam menjalankan 52 inisiatif digital yang mencakup seluruh rantai operasi, mulai dari subsurface, drilling, surface, hingga enterprise,” tambahnya.

Ia turut menjelaskan bahwa G-Bionic akan menghasilkan berbagai manfaat, meliputi menekan biaya pemboran hingga 6 persen; mengoptimalkan waktu kerja hingga 100.000 jam kerja produktif; meningkatkan produksi hingga 6 persen dari melalui optimasi sumur, peningkatan efisiensi pembangkit, serta penurunan loss production opportunity melalui implementasi machine learning dan digital twin; dan estimasi value creation setara dengan peningkatan net income 5 hingga 7 persen per tahun.

Teknologi sebagai fondasi menuju target 3 GW

Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani menyatakan apresiasinya atas pengembangan G-Bionic pada gelaran PGE Digital Day 2025 di Jakarta, pada Senin (27/10/2025). Menurutnya, inisiatif ini menandai komitmen Pertamina dalam mempercepat transformasi digital demi mewujudkan masa depan energi hijau Indonesia. 

Raden Adjeng Sondaryani menuturkan, di tengah dinamika transisi energi global, Pertamina mengemban amanah besar untuk mewujudkan kemandirian energi nasional dan mendorong pengembangan energi bersih sejalan dengan Asta Cita pemerintah. Transformasi digital menjadi instrumen strategis untuk mewujudkan efisiensi, ketepatan pengambilan keputusan, serta daya saing jangka panjang.

“Melalui inisiatif seperti G-Bionic, PGE menunjukkan langkah konkret dalam membangun budaya kerja berbasis data yang adaptif, aman, dan berkelanjutan sebagai pijakan menuju aspirasi menjadi perusahaan energi bersih kelas dunia,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi. Ia mengatakan bahwa transformasi digital terintegrasi menjadi kunci PGE dalam mewujudkan target 1,8 gigawatt (GW) pada 2033 dan mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 GW.

Julfi menegaskan, Indonesia memiliki 40 persen potensi panas bumi dunia, dan PGE berkomitmen mengambil peran utama untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain panas bumi terdepan tingkat global. Melalui G-Bionic, perusahaan ini mempercepat transformasi digital secara end-to-end, mulai dari eksplorasi, pengembangan, hingga operasi.

“Langkah ini kami tempuh guna mendorong efisiensi, sekaligus meningkatkan keberhasilan pengeboran. Kami menjadikan inovasi ini sebagai game changer menuju visi besar PGE sebagai pemimpin energi panas bumi kelas dunia,” ungkapnya. 

Sebagai ruang diskusi, PGE Digital Day 2025 ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi G-Bionic Project Update, diskusi panel, serta sharing session yang menghadirkan berbagai pengalaman terhadap pemanfaatan teknologi digital dari anak usaha Pertamina. 

Acara tersebut turut dihadiri Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM sekaligus Komisaris Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Gigih Udi Atmo, Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani, Direktur Transformasi Dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Edwil Suzandi, Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Yurizki Rio, Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani, serta jajaran pemangku kepentingan terkait.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
IHSG Hari Ini Melemah Dibay...

Pembongkaran bangunan liar di Jakarta

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pembongkaran bangunan liar ...
Ekonomi
Kerajinan topeng di Bantul ...
Daerah
Perayaan Hari Pangan Seduni...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.