Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Semarang Kembali Dilanda Banjir Akibat Hujan Selasa Pagi

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 17:13 WIB | Oleh:
Kota Semarang Kembali Dilanda Banjir Akibat Hujan Selasa Pagi Doc: ANTARA/I.C. Senjaya
Ket. Kendaraan melintas di Jalan Kaligawe, Kota Semarang, Selasa (28/10/2025) yang kembali dilanda banjir.

SEMARANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Selasa pagi kembali menyebabkan sejumlah titik di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut tergenang banjir, setelah sempat surut pada sehari sebelumnya.

Genangan kembali muncul antara lain di kawasan Bundaran Bubakan di ujung Jalan MT Haryono, sebagian Jalan Arteri Soekarno Hatta, serta Jalan Pengapon di depan depo Pertamina Semarang.

Ketinggian genangan bervariasi antara 30 sampai 50 cm.

Sejumlah kendaraan bermotor yang melintas di Jalan MT Haryono dari selatan ke utara memilih memutar balik akibat genangan air yang cukup tinggi​​​.

Sementara itu Jalan Kaligawe yang merupakan jalur Pantura penghubung Kota Semarang dan Kabupaten Demak juga kembali tergenang banjir.

20251028170741_IMG_20251028_120105.jpeg

Warga berjalan masuk ke perkampungan Karangkimpul, Tambakrejo, Kota Semarang, yang kembali tergenang banjir, Selasa (28/10). (Antara/I.C. Senjaya)

Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengatakan banjir di ruas jalur Pantura tersebut sempat surut pada Senin (27/10) malam kembali naik usai hujan Selasa (28/10) pagi.

Menurut dia, titik terparah banjir masih berada di depan RSI Sultan Agung Semarang.

"Kedalaman air paling parah di depan RSI Sultan Agung, sampai 80 hingga 90 cm," katanya.

Ia menuturkan hanya kendaraan berukuran besar seperti truk dan bus yang bisa melintasi genangan banjir.

Ia mengimbau kendaraan kecil, seperti sepeda motor dan mobil, dari Semarang yang akan menuju Demak atau sebaliknya untuk mencari jalur alternatif.

Kolom Retesi

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Semarang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penyelesaian proyek Kolam Retensi Trimulyo dan tanggul laut (Seawall) yang menjadi bagian penting dari sistem pengendalian banjir di kawasan timur Kota Semarang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.