Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Tangerang Maksimalkan TPS3R hingga RDF Usai PSEL Dihentikan

📅 Senin, 27 Okt 2025, 17:46 WIB | Oleh:
Pemkot Tangerang Maksimalkan TPS3R hingga RDF Usai PSEL Dihentikan Doc: ANTARA/Putra M. Akbar
Ket. Pengurus Bank Sampah 102 menimbang sampah anorganik di Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Senin (2/6).

TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Banten memaksimalkan pengelolaan sampah di wilayah melalui TPS3R, RDF (Refuse Derived Fuel), dan bank sampah, setelah proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dihentikan.

"Meskipun proyek PSEL Kota Tangerang dihentikan, Pemkot Tangerang terus memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah serta mendorong pengurangan sampah dari sumbernya di tingkat masyarakat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Wawan Fauzi di Tangerang, Senin.

Saat ini di Kota Tangerang terdapat tujuh lokasi Tempat Pengelolaan Sampah Reduse Reuse Recycle (TPS3R) yaitu TPST Dongkal, TPST Bina Mandiri, TPST Nerogtok, TPST Karsa Mandiri, TPST Sapu Pengki, TPST Widatama, dan TPST Benua.

Ia mengatakan pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir masih dipegang oleh Pemkot Tangerang dan hingga saat ini pihaknya tetap menjalankan pengelolaan sampah melalui TPA Rawakucing, dengan memanfaatkan berbagai teknologi pengolahan, seperti RDF untuk sampah anorganik dan budi daya magot untuk sampah organik.

“Kami berharap, masyarakat juga terus berperan aktif. Mulai dari memilah sampah di rumah tangga, mengirimkan sampah anorganik ke bank sampah terdekat, hingga memanfaatkan sampah organik untuk kompos. Karena pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Sementara itu penghentian proyek PSEL Kota Tangerang merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan.

Regulasi tersebut sekaligus mencabut Perpres Nomor 35 Tahun 2018 yang sebelumnya menjadi dasar pelaksanaan PSEL di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.

“Amanat dari Pak Menteri jelas, bahwa PSEL Kota Tangerang yang sebelumnya berjalan mandiri dinyatakan sudah tidak berlaku. Kini pengelolaan persampahan akan dilakukan dalam pola aglomerasi atau kerja sama regional Tangerang Raya, dan pusatnya akan berada di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Wawan melanjutkan Pemkot Tangerang saat ini tengah menunggu keputusan administratif dan surat resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait teknis pelaksanaan kebijakan baru tersebut.

“Arahan baru ini merupakan hasil rapat koordinasi terbatas di tingkat pemerintah pusat. Jadi, saat ini kami masih menunggu surat resmi dari Kementerian (KLH), sembari tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk mitra kerja kami, PT Oligo,” jelas Wawan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.