Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Ekstrem, Tanah Longsor Timpa Pesantren At-Thohiriyah di Bandung, 1 Orang Meninggal

📅 Senin, 27 Okt 2025, 13:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cuaca Ekstrem, Tanah Longsor Timpa Pesantren At-Thohiriyah di Bandung, 1 Orang Meninggal  Doc: BPBD via RRI
Ket. Material longsor menimpa kompleks MTs Al Barokah dan Pondok Pesantren Athahiriah, menyebabkan satu santriwati meninggal

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan berpetir berdampak signifikan hingga merobohkan bangunan pesantren dan merusak saluran irigasi di Jawa Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin (27/10), mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama sejak Minggu (26/10) memicu bencana di Kabupaten Bandung Barat dan Sukabumi.

BNPB mengkonfirmasi tanah longsor yang dipicu hujan deras menghantam bangunan Pondok Pesantren At-Thohiriyah di Desa Cinengah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, sehingga roboh dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia sudah diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan,” kata dia.

 Pada hari yang sama bencana banjir dan longsor dilaporkan terjadi di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Desa Karangkapak, Cisolok, dan Cikahuripan hingga mengakibatkan sebanyak 11 Kepala Keluarga (KK) harus dievakuasi akibat banjir dan tanah longsor tersebut.

Selain menggenangi permukiman warga, lanjutnya, banjir juga menyebabkan saluran irigasi Cimarinjung jebol dan menimbulkan kerusakan di kawasan wisata Pantai Karanghawu. Genangan air dengan ketinggian 40–50 centimeter juga sempat mengganggu akses jalan nasional di sekitar Hotel Kuda Laut Sukabumi.

Menurut Abdul, tim petugas gabungan telah melakukan upaya penanganan darurat, termasuk pembersihan material longsor dan pendataan kerusakan bangunan warga. Hingga Senin pagi, tidak ada laporan tambahan korban jiwa dari dua lokasi yang dilanda bencana tersebut.

BNPB bersama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini masih melangsungkan operasi modifikasi cuaca dengan menyemai garam (NaCl) ke awan potensial untuk mengendalikan hujan di wilayah Jawa Barat.

 Meski demikian, kata Abdul, masyarakat di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya untuk tetap diminta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim ini dan serta segera melaporkan kepada aparat setempat jika terjadi tanda-tanda longsor atau kenaikan debit air di sekitar permukiman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.