Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KTNA Tegaskan: Tanpa Keberpihakan Pemerintah, Petani Tak Akan Tumbuh Mandiri

5 Minggu, 26 Okt 2025, 23:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
KTNA Tegaskan: Tanpa Keberpihakan Pemerintah, Petani Tak Akan Tumbuh Mandiri KTNA Tegaskan: Tanpa Keberpihakan Pemerintah, Petani Tak Akan Tumbuh Mandiri Doc: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha
Ket. Seorang petani membeli pupuk di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Desa Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.

JAKARTA – Pemerintah perlu fokus memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama ekonomi pedesaan yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan global.

Dengan kombinasi intervensi hulu-hilir, dukungan pemerintah bukan sekadar stimulus jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengungkapkan keberpihakan pemerintah kepada petani memperkuat kemandirian pangan nasional.

Ketua Umum KTNA HM Yadi Sofyan Noor menyambut baik berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak pada petani, mulai dari penurunan harga pupuk 20 persen, penetapan harga gabah Rp 6.500, hingga kemudahan regulasi distribusi pupuk.

“Penurunan harga pupuk hingga 20 persen ini merupakan kebijakan bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini sangat meringankan biaya produksi petani, memperluas lahan tanam, dan tentu saja meningkatkan produktivitas karena kemudahan akses pupuk,” ujar HM Yadi Sofyan Noor dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (26/10).

Kebijakan-kebijakan tersebut menjadi langkah bersejarah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan penetapan harga gabah minimal Rp6.500/kilogram yang dianggap memberikan kepastian pendapatan dan perlindungan harga bagi petani.

“Dengan adanya harga dasar gabah ini, petani tidak perlu lagi khawatir saat masa panen. Pemerintah memberikan jaminan harga yang layak sehingga petani bisa lebih tenang dalam berproduksi,” katanya.

Sofyan juga menjelaskan bahwa pemerintah telah mendorong optimalisasi lahan pertanian, terutama di wilayah yang sebelumnya hanya bisa ditanami sekali dalam setahun.

Melalui bantuan seperti program pompanisasi, lahan tadah hujan kini bisa diolah dua hingga tiga kali tanam dalam setahun alias IP 200-300, bahkan di tengah fenomena El Nino petani tetap bisa berbudi daya.

“Upaya ini menjadi kunci bagi petani untuk tetap berproduksi di musim kemarau. Ini bukti nyata perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan pertanian nasional,” ujar Sofyan.

Di sisi lain, penyederhanaan regulasi distribusi pupuk juga menjadi sorotan positif. Menurut Sofyan, pemerintah telah memangkas 145 regulasi yang selama ini memperlambat penyaluran pupuk bersubsidi.

“Tidak perlu lagi menunggu tanda tangan berlapis dari gubernur, bupati, atau wali kota. Ini langkah konkret yang mempermudah petani dalam berbudidaya,” katanya.

Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya pemberantasan mafia pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menyebut langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden agar Indonesia mampu mencapai kedaulatan pangan tanpa ketergantungan impor.

“Kita harus berswasembada pangan secepatnya. Insya Allah, dengan kebijakan yang konsisten ini, kita bisa memproduksi kebutuhan pangan dari dalam negeri sendiri,” ujarnya.

Sofyan juga menyinggung data positif dari sektor pertanian yang menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai Tukar Petani (NTP) kini mencapai 124. “Ini bukti bahwa sektor pertanian terus bergerak ke arah yang lebih baik. Mari kita bersama-sama mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan bangsa,” kata Sofyan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korea Utara Kembali Uji Cob...
Rona
Komposer 'Dragon Ball Z' Te...
Ekonomi
IHSG Hari ini Menguat Mengi...

Harga Cabai Rawit Rp125.000/Kg, Telur Ayam Rp29.500/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp125.000...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.