Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ubah Limbah Jadi Berkah, Petani Belitung Timur Olah Pelepah Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomi

📅 Jumat, 24 Okt 2025, 16:02 WIB | Oleh:
Ubah Limbah Jadi Berkah, Petani Belitung Timur Olah Pelepah Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomi Doc: Kabupaten Belitung Timur
Ket. Pelepah sawit kini dimanfaatkan sebagai bahan lidi ekspor, pakan ternak, dan biochar melalui pelatihan inovatif di Belitung Timur.

JAKARTA – Limbah sawit seperti pelepah, daun, dan serabut masih dapat memberikan manfaat besar. Dengan kemauan, kreativitas, dan dukungan teknologi, sampah organik ini dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Pengolahan limbah sawit menjadi produk bernilai ekonomi dipraktikkan dalam kegiatan yang digelar di Aula Kantor Camat Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, tersebut mempraktikkan pembuatan lidi sawit siap ekspor, pakan ternak dari daun sawit, serta biochar dari pelepah sawit.

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, kata Wabup Khairil, terus mendorong pengembangan inovasi berbasis kelapa sawit agar tidak hanya bergantung pada produk utama seperti CPO dan tandan buah segar. Ia menekankan pentingnya inovasi dan diversifikasi produk turunan sawit untuk memperkuat ekonomi daerah.

“Saya mendorong agar UMKM lokal berbasis kelapa sawit tidak hanya fokus pada produk utama seperti CPO atau tandan buah segar saja, tetapi juga mulai mengembangkan produk turunan yang ramah lingkungan dan memiliki potensi besar di pasar ekspor, seperti lidi sawit dan biochar,” ujar Khairil melalui keterangannya pada hari Jumat (24/10).

Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Belitung Timur.

“Pemerintah daerah tentu mendukung semua kegiatan positif yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk upaya pengembangan produk turunan kelapa sawit seperti yang kita laksanakan hari ini,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan usaha berbasis sawit ramah lingkungan bukan hanya memperluas peluang ekspor, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan petani lokal.

“Saya yakin kegiatan ini dapat menjadi tonggak awal lahirnya inovasi-inovasi baru di sektor perkebunan sawit di Belitung Timur. Mari kita jadikan pelepah sawit bukan lagi limbah, tetapi sumber nilai tambah ekonomi yang membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta yang terdiri atas kelompok tani, pelaku UMKM, serta perwakilan kecamatan diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha berbasis limbah sawit. Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama Aspekpir dan BPDP berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan pelatihan lanjutan agar potensi sawit lokal dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.

Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono, menceritakan perjalanannya sebagai petani sawit transmigran dari Pulau Jawa yang memulai dari nol hingga akhirnya ikut dalam program transmigrasi sawit. Ia juga menjelaskan awal berdirinya Aspekpir yang semula berbasis di Provinsi Riau, kemudian berkembang menjadi organisasi nasional.

Tujuan Aspekpir adalah menyatukan kembali kekuatan ekonomi dalam bentuk koperasi dan kelompok tani PIR ke dalam satu kelembagaan nasional berbentuk asosiasi petani kelapa sawit perusahaan inti rakyat.

Dengan kelembagaan berskala nasional, petani PIR memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai isu sawit nasional, terutama terkait program replanting. Kampanye positif tentang sawit dapat diperkuat melalui bukti nyata peningkatan kesejahteraan anggota Aspekpir.

Program Aspekpir antara lain mempererat hubungan kemitraan yang sudah berjalan, menyatukan kemitraan inti dan plasma yang kurang harmonis, mencarikan perusahaan mitra bagi pekebun sawit yang terputus dengan inti, serta melakukan pembinaan kelembagaan pekebun dan membentuk organisasi baru di daerah yang belum memiliki wadah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

OJK Perketat Transparansi Pinjaman Online

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
OJK Perketat Transparansi P...
Nasional
436 Prajurit TNI AU Resmi j...
Daerah
Buron Kasus Pembunuhan Suha...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.