Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

27 Pabrik Baru Akan Dibuka di Jateng Sektor Garmen dan Alas Kaki

📅 Jumat, 24 Okt 2025, 16:23 WIB | Oleh:
27 Pabrik Baru Akan Dibuka di Jateng Sektor Garmen dan Alas Kaki Doc: antara foto
Ket. Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Septian Hario Seto dalam agenda OCBC Business Forum 2025: “Strategic Resilience – Growth in the Era of Uncertainty” di Jakarta, Jumat (24/10).

JAKARTA - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Septian Hario Seto mengungkapkan sebanyak 27 pabrik baru akan dibuka di Jawa Tengah pada sektor garmen dan industri alas kaki (footwear).

“Kalau dari studi kita di DEN, ada sekitar 27 pabrik yang baru buka, ini sektornya garmen dan footwear yang penyerapan tenaga kerjanya besar itu memang di Jawa Tengah (Jateng),” ucapnya dalam konferensi pers pasca agenda OCBC Business Forum 2025: “Strategic Resilience – Growth in the Era of Uncertainty” di Jakarta, Jumat (24/10).

Berdasarkan catatan DEN, terdapat lebih dari 130 ribu lowongan kerja yang akan dibuka di Jateng.

Secara spesifik, pabrik-pabrik baru berasal dari empat kota di Jateng, yakni Brebes, Pekalongan, Tegal dan Pemalang. Pabrik-pabrik tersebut ada yang baru mulai produksi hingga ekspansi.

Pengusaha dinilai memperoleh keuntungan dari segi tenaga kerja karena belum banyak kompetisi antar industri, dan segi logistik karena bisa memanfaatkan Tol Trans Jawa.

DEN melihat hal ini menjadi satu peluang untuk membentuk ekosistem di industri garmen dan alas kaki.

“Jadi kalau di baterai kan kita mulainya dari hulu, terus ke hilir ya, dari nikelnya dulu ke hilir. Nah, untuk yang garmen ini kita sudah ada hilirnya, sekarang bagaimana kita develop (mengembangkan) midstream (tahap tengah antara hulu dan hilir) dan upstream-nya (hulu),” kata Seto.

“Midstream dan upstream-nya, ini akan lebih less labor intensive, tapi kalau ini gak ada, hilirnya juga nanti akan ketergantungan terhadap impor,” ujar dia.

Adapun tantangan yang dihadapi ialah perusahaan-perusahaan di daerah tersebut kekurangan tenaga kerja, karena para 78 persen para pekerja cenderung keluar masuk (turn over) dari satu pabrik ke pabrik lainnya.

Di sisi lain, terdapat kesulitan dalam mengurus perizinan mengingat pabrik-pabrik baru yang ada dibangun di luar kawasan industri seperti di Kendal atau Batang.

Karena itu, DEN sedang menyiapkan rekomendasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengembangkan ekosistem di sektor padat karya.

Upaya ini, yang dibarengi dengan berbagai inisiatif pemerintah seperti program Magang Nasional, didorong untuk menyerap tenaga kerja.

“Ada 10 yang perizinan udah selesai, mereka lagi konstruksi. Ada 1 atau 2 yang udah buka, tapi ini akan berjalan kok. Harapannya tahun depan 17 sisanya ya, mungkin sudah mulai menyelesaikan perizinan, tapi mereka ada yang paralel konstruksinya,” ungkap Anggota DEN tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.