Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkomdigi Berharap AI Harus Cerminkan Nilai-nilai Masyarakat Indonesia

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Menkomdigi Berharap AI Harus Cerminkan Nilai-nilai Masyarakat Indonesia Doc: antara foto
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid berharap alogaritma dan kode dalam kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) harus mencerminkan nilai-nilai positif dari masyarakat Indonesia agar bisa mendapatkan hasil AI yang positif.

“Ketika kita tidak memanfaatkan dengan cara-cara positif, maka AI yang kita bangun juga menjadi AI yang menyeramkan, membahayakan, dan mencelakakan bisa jadi,” kata Meutya dalam sambutannya di acara Kumparan AI for Indonesia di Jakarta, Kamis (23/10).

Ia mengatakan Indonesia termasuk negara yang memandang AI cukup optimistis dan tidak takut untuk menggunakan AI dalam membantu kegiatan sehari-hari.

Meutya mengatakan hal tersebut bisa jadi tanda yang bagus karena menurut beberapa literatur AI berpotensi menciptakan 90 juta pekerjaan baru di berbagai bidang seperti data science dan kolaborasi manusia dengan kecerdasan artifisial.

Secara potensi terhadap ekonomi global tahun 2030 juga dikatakan kecerdasan artifisial berpotensi memberi kontribusi pendapatan negara hingga 15,7 triliun rupiah.

Meutya juga mengatakan menurut Cisco, Indonesia memiliki peluang luar biasa untuk AI karena rata-rata penggunaannya cukup tinggi di dunia.

“Pada dasarnya orang Indonesia itu suka dan juga cepat menggunakan AI. Tapi gunakannya untuk apa? Itu next question. Tapi pada prinsipnya itu sendiri sudah menjadi sinyal yang baik bagi perusahaan-perusahaan besar seperti Cisco dengan melihat bahwa orang Indonesia ini cepat ketika kita perkenalkan kepada AI,” katanya.

Meutya juga mengatakan masyarakat Indonesia di level grassroot sudah menerapkan AI untuk solusi permasalahan nyata seperti budi daya ikan.

Maka itu Kemkomdigi merumuskan peta jalan dalam pemanfaatan AI di level tertentu agar bisa berdampak pada masyarakat.

“Aspek utama dalam membuat peta jalan adalah regulasi, etik, investasi, pembiayaannya, infrastruktur, talenta, ini juga menjadi penting, kemudian riset dan inovasi dan juga use case,” kata Meutya.

Dua sasaran utama dalam pengembangan kecerdasan artifisial adalah mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor produktif, lalu meningkatkan daya saing global Indonesia, dengan talenta dan inovasi yang beretika, beriringan, dan berkeadilan sosial.

Ia juga ingin pemanfaatan AI di Indonesia lebih inklusif karena potensi Air sangat besar di berbagai sektor sehingga harus bisa dirasakan oleh seluruh daerah dan tidak terbatas gender.

Ia mengingatkan untuk masyarakat termasuk pemerintah harus lebih bijaksana dalam memanfaatkan AI dan mendengarkan lebih baik terkait aturan untuk memanfaatkan teknologi di ruang digital Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.