Konflik Satwa dan Manusia di Agam Meningkat, BKSDA Sumbar Ajak Warga Hidup Harmonis dengan Alam

Kamis, 23 Okt 2025, 18:29 WIB

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menangani empat konflik atau interaksi negatif antara satwa liar dan manusia di empat nagari atau desa tersebar di Kabupaten Agam, selama Oktober 2025.

"Empat konflik tersebut berupa harimau sumatera tiga kejadian dan beruang madu satu kejadian," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Kamis.

Ket. Foto: Petugas BKSDA Sumbar memeriksa kamera treap yang dipasang untuk memantau keberadaan harimau sumatera. — Sumber: Antara Foto

Ia mengatakan empat konflik tersebut berupa beruang madu di Lubuk Alung, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari pada Minggu (5/10), konflik harimau sumatera di Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh pada Minggu (12/10) dini hari, konflik harimau sumatera di Koto Tinggi, Nagari Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan pada Selasa (6/10).

Selain itu, konflik harimau sumatera di Paningiran Bawah, Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuh pada Rabu (22/10).

Pihaknya telah menurunkan petugas ke lokasi bersama Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Pagari Pasia Laweh, Pagari Salareh Aia, Centre for Orangutan Protection (COP) dan mahasiswa Kehutanan Universitas Riau (Unri).

Ia menambahkan petugas melakukan verifikasi lapangan, mencari keberadaan satwa berupa cakaran, jejak kaki, memantau menggunakan kamera treap, drone termal dan lainnya.

Untuk penanganan konflik di Lubuk Alung dan Koto Rantang, katanya, telah dihentikan karena satwa sudah menjauh dari permukiman, sedangkan di Koto Tinggi dan Nan Limo, petugas masih berada di lokasi untuk penanganan konflik.

"Konflik di Nan Limo kita terima saat tim menuju ke Koto Tinggi untuk melakukan penanganan konflik. Kita mendapatkan laporan konflik dari warga pada Rabu (22/10) malam, sehingga tim dibagi dua," katanya.

Ia mengimbau warga agar melakukan aktivitas ke kebun lebih dari satu orang, melakukan aktivitas di kebun mulai pukul 09.00 hinggga 16.00 WIB, mengandangkan ternak di kandang dan lainnya.

  • Konflik Satwa Liar

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.