Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus 'Online scam' WNI di Kamboja, KP2MI: Ada Tren Peningkatan

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 23:18 WIB | Oleh:
Kasus 'Online scam' WNI di Kamboja, KP2MI: Ada Tren Peningkatan Doc: ANTARA/Katriana
Ket. Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani (kanan) dalam acara bincang-bincang dengan media di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (23/10).

JAKARTA - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani mengatakan ada tren peningkatan kasus warga negara Indonesia yang bekerja dalam penipuan daring (online scam) dan judi online di Kamboja.

"Waktu bulan September itu, Pak Dubes Kamboja memang datang kemari. Dan menyampaikan ke kami gitu, memang ada tren peningkatan kasus terkait dengan yang bekerja di online scamming dan judi online," kata Wamen Christina dalam acara bincang-bincang dengan media di KP2MI, Jakarta, Kamis (23/10).

Untuk itu, KP2MI menindaklanjutinya dengan mengirimkan satu tim dari Direktorat Jenderal Perlindungan KP2MI untuk memotret lebih lanjut situasi di Kamboja.

"Karena kan yang kita dengar hanya dari media, hanya dari medsos dan lain-lain. Real-nya itu seperti apa? Nah, memang sudah ada beberapa temuan yang disampaikan secara lisan ke saya. Nanti setelah lengkap laporan ini akan diberikan ke Pak Menteri," katanya.

Salah satu temuan tersebut adalah tentang adanya penerbangan Indonesia menuju Kamboja yang cukup tinggi, dengan 4-5 penerbangan dalam sepekan, dan persentase keterisian sampai 70 persen.

"Padahal, Kamboja bukanlah destinasi wisata seperti Bali. "Kamboja itu kan bukan destinasi wisata seperti Bali gitu. Nah, kenapa banyak sekali orang Indonesia yang pergi ke Kamboja," katanya.

Temuan lainnya adalah adanya kemungkinan untuk membuat visa self-employ yang memungkinkan warga Indonesia untuk bekerja secara mandiri dan legal di negara tersebut.

"Jadi misalnya kita pergi, kita bisa bikin visa seolah-olah kita nih self-employ. Nah, ini kan sesuatu yang khusus Kamboja nih. Saya belum pernah temukan di negara-negara lain. Jadi banyak isu yang perlu ditangani lebih lanjut," katanya.

Untuk itu, Kementerian P2MI perlu terus bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk membahas temuan-temuan tersebut.

Kemudian, ada juga temuan yang menunjukkan banyak warga Indonesia yang berulang kali datang ke Kamboja.

"Dia sudah pernah datang, dia pergi. Atau mungkin bahkan dia bosan di sana, tidak penuhi target. Dia jemput temannya ke Indonesia untuk menggantikan. Tukar kepala istilahnya," katanya.

Untuk itu, perlu upaya lebih lanjut dan kerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam isu tersebut. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.