Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IDAI Soroti Ketimpangan Imunisasi, Hanya Empat Provinsi yang Sudah Lengkap di 2025

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
IDAI Soroti Ketimpangan Imunisasi, Hanya Empat Provinsi yang Sudah Lengkap di 2025 Doc: Antara
Ket. imunisasi campak di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan pada tahun ini baru empat provinsi yang cakupan imunisasinya lengkap, sedangkan sebanyak 13 provinsi selama tiga tahun terakhir tidak mencapai target cakupan minimal yakni 90 persen.

Anggota Satgas Imunisasi IDAI dr. Soedjatmiko mengatakan dalam webinar di Jakarta, Kamis (23/10), kurangnya cakupan imunisasi tersebut berujung pada kejadian luar biasa campak dan rubella di 31 provinsi dan 181 kabupaten pada 2025, dengan total lebih dari 2.000 kasus.

"Dan salah satu yang parah adalah di Madura, di Sumenep, di mana sekarang 22 kasus yang meninggal. Waktu bulan Agustus 17, sekarang sudah mencapai 22, mungkin lebih sekarang. Dari 22 anak yang meninggal, sebagian besar adalah balita, 18 orang. Dan dari 22 itu 21 belum imunisasi MR atau campak-rubella," katanya.

Dia menambahkan, sebanyak 84 kabupaten dan kota telah mencapai target imunisasi bayi lengkap. Padahal, imunisasi adalah cara paling efektif untuk mencegah berbagai penyakit, mulai dari diare karena rotavirus, tuberkulosis (TB), hepatitis B, polio, difteri, pertusis, tetanus, campak rubella, encephalitis, hingga kanker serviks.

dr. Miko menyebutkan, setiap tahunnya 20-30 persen bayi dan balita Indonesia berisiko sakit berat hingga mengalami kecacatan, bahkan sampai meninggal, karena imunisasinya belum lengkap. Kemudian, hampir satu juta bayi Indonesia belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.

"Padahal untuk bisa melindungi semua anak-anak itu minimal cakupan harus 90 persen, kalau bisa 95 persen. Artinya kalau ada 10 anak, sembilan semua imunisasinya lengkap," katanya.

Menurut dia, imunisasi penting guna mencegah kanker serviks yang disebabkan oleh HPV. Begitu fatalnya penyakit tersebut, katanya, hingga tiap satu jam ada perempuan yang meninggal karena kanker itu.

"Penelitian tahun 2025 di China, bahwa virus HPV ditemukan di toilet, toilet jongkok, di wastafel, di pegangan pintu, bahkan di puskesmas di China, di obsgin, di rumah sakit umum," katanya.

Bahkan, ujarnya, virus itu bertahan selama tujuh jam di tempat-tempat tersebut, sehingga penularannya bukan hanya melalui hubungan seksual saja.

Dia juga memastikan bahwa imunisasi bersifat halal, sesuai fatwa yang diterbitkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Memberikan imunisasi, katanya, merupakan sebuah ikhtiar agar anak tetap sehat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan dr. Prima Yosephine mengatakan bahwa dalam semangat Hari Sumpah Pemuda dan peringatan Hari Kesehatan Nasional, pihaknya melakukan gerakan penting yaitu sepekan mengejar imunisasi.

"Melalui kegiatan ini kami mengajak semua masyarakat untuk memeriksa kembali status imunisasi anak-anak kita. Manfaatkan kesempatan ini untuk melengkapi imunisasi yang mungkin tertunda ataupun terlewat," katanya.

Prima menyebutkan bahwa anak-anak adalah harapan dan calon pemimpin yang menentukan arah masa depan bangsa. Dengan tubuh yang sehat, katanya, mereka akan mampu belajar dengan baik, berkreasi, dan meraih cita-cita setinggi langit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.