Hebat! Program UMKM BISA Ekspor Tembus Transaksi Rp1,8 Triliun
📅 Kamis, 23 Okt 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Angga Budhiyanto.
JAKARTA – Mendorong UMKM agar mampu menembus pasar ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi nasional dan memperluas sumber devisa.
Dengan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan produksi domestik, UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi motor pertumbuhan ekspor nonmigas.
Namun, peningkatan daya saing global memerlukan dukungan kebijakan terpadu seperti akses pembiayaan, digitalisasi, sertifikasi produk, serta fasilitasi promosi internasional.
Dengan ekosistem yang tepat, UMKM dapat naik kelas dan berperan sebagai ujung tombak diplomasi ekonomi Indonesia di pasar global.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai transaksi dalam program usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) BISA Ekspor mencapai 108,82 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun.
“Nilai transaksi yang dihasilkan mencapai 108,82 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,8 triliun,” ucap Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan dalam acara hari ulang tahun Himpunan Pengusaha Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam/KAHMI (HIPKA) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (23/10).
Total transaksi UMKM BISA Ekspor tersebut mencakup 55,95 juta dolar AS purchase order atau pembelian, serta 52,86 juta dolar AS transaksi potensial berdasarkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding.
Iqbal mencatat, dalam periode Januari–September 2025 telah berlangsung 501 business matching, yang mencakup lebih dari 312 pitching dan 150 pertemuan dengan buyer atau pembeli.
Kementerian Perdagangan melibatkan 1.013 UMKM dalam 501 kegiatan business matching tersebut.
Adapun kategori produk UMKM yang dicari meliputi produk kayu, makanan dan minuman, kakao, kopi, perawatan tubuh, rempah-rempah, fashion muslim, pertanian, furnitur, perikanan, snack energy, kulit, produk kesehatan, serta produk kelapa.
“Program UMKM Bisa Ekspor juga menunjukkan dampak yang sangat nyata. Melalui program tersebut, diharapkan mampu mempertahankan stabilitas ekonomi domestik, sekaligus memperkuat posisi di pasar internasional, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ucapnya.
Selain melalui program UMKM BISA Ekspor, Kemendag juga mengupayakan penyerapan produk dalam negeri melalui perluasan akses pemasaran, peningkatan brand awareness melalui kampanye nasional seperti Bangga Buatan Indonesia, Belanja di Indonesia Saja, hingga Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol).
“Gerakan ini kami tujukan untuk menyerap produk UMKM. Menyerap ini artinya tidak hanya bangga, tetapi juga membeli produk UMKM Indonesia,” kata Iqbal.
Kementerian Perdagangan juga mengupayakan perluasan pasar ekspor melalui berbagai perjanjian perdagangan dengan negara lain untuk memperluas pasar produk dalam negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!