Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantu Tunarungu Berkomunikasi Lewat AI, Mahasiswa ITH Ciptakan Inovasi Bernama ISARA

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 18:17 WIB | Oleh:
Bantu Tunarungu Berkomunikasi Lewat AI, Mahasiswa ITH Ciptakan Inovasi Bernama ISARA   Doc: ANTARA/HO-ITH Parepare
Ket. Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare, Sulawesi Selatan bersama instrukturnya saat memperkenalkan inovasi ISARA yang membantu tunarungu wicara berkomunikasi melalui kecerdasan buatan (AI) di Parepare, Kamis (23/10).

MAKASSAR - Lima mahasiswa Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), berhasil menciptakan inovasi yang membantu tunarungu wicara bisa berkomunikasi melalui kecerdasan buatan (AI).

Ketua Tim Inovasi ITH Lukman Hakim melalui keterangannya diterima di Makassar, Kamis (23/10), menjelaskan inovasi teknologi inklusif bernama ISARA yang merupakan  inovasi komunikasi dua arah melalui gerakan isyarat, teks, gambar, dan suara berbasis AI menggunakan kamera smartphone, menjadi solusi mengatasi kekurangan para difabel.

"ISARA bekerja dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menerjemahkan gerakan isyarat tangan menjadi teks dan suara secara nyata," ujarnya.

Lukman Hakim mengatakan ISARA menjembatani komunikasi antara penyandang tunarungu dengan orang yang tidak memahami bahasa isyarat atau masyarakat umum.

Dia menyatakan inovasi itu dikembangkan oleh kolaborasi dua jurusan yakni Sistem Informasi dan Ilmu Komputer ITH Parepare dengan bimbingan tenaga pendidik Rozalina Amran ST, M.Eng.

"ISARA tidak hanya menjadi karya teknologi, tetapi juga bentuk kepedulian sosial mahasiswa terhadap kelompok disabilitas," katanya.

Sementara itu Rozalina Amran menyebut melalui ISARA, mahasiswa belajar bagaimana teknologi dapat menjadi solusi nyata bagi inklusivitas.

“Inovasi ini tidak sekadar proyek akademik, tetapi langkah konkret untuk menciptakan ruang komunikasi yang setara bagi semua kalangan,” katanya.

Selain dapat menerjemahkan gerakan tangan ke teks dan suara, ISARA juga dilengkapi fitur sebaliknya yang mampu menerjemahkan suara atau teks menjadi gerakan isyarat dalam bentuk animasi di layar. Hal ini memungkinkan komunikasi dua arah tanpa hambatan.

Ia pun berharap kehadiran ISARA mampu membantu penyandang tunarungu wicara dalam aktivitas sehari-hari, seperti berbelanja, mengikuti pembelajaran, atau berinteraksi di tempat umum.

"Aplikasi ini dapat dioperasikan melalui kamera ponsel pintar, sehingga mudah digunakan oleh siapapun," kata Rozalina.

Menurut tim pengembang, ISARA masih dalam tahap penyempurnaan dan akan diuji coba lebih luas bersama komunitas penyandang tunarungu di Parepare.

Tim berharap inovasi ini dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan dan instansi pelayanan publik pada masa mendatang.

Dengan lahirnya ISARA, mahasiswa ITH Parepare menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan kemanusiaan yang memperkuat nilai empati dan inklusi sosial di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Gampang SSK Harus Dirasakan Warga

43 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Megapolitan
Jakarta Lampaui Yogyakarta ...

Menghitung Peluang Janice Jumpa Aryna Sabalenka di WTA Wuhan

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Menghitung Peluang Janice J...
Nasional
Keadilan bagi Korban HAM Ma...
Nasional
MDCP 2026 Perkuat Kemitraan...
Luar Negeri
Trump Klaim Russia-Ukraina ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.