Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Indonesia Dorong Penyaluran KUR Bali Fokus ke Pertanian dan Industri Pengolahan

📅 Rabu, 22 Okt 2025, 21:04 WIB | Oleh:
Bank Indonesia Dorong Penyaluran KUR Bali Fokus ke Pertanian dan Industri Pengolahan Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Arsip foto - Proyek pembangunan perumahan yang berpotensi menyerap kredit program perumahan (KPP) di Denpasar, Bali, Selasa (19/8).

DENPASAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR untuk sektor pertanian dan industri pengolahan. Kepala BI Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan diversifikasi sektor selain pariwisata diperlukan agar KUR bisa mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan mendukung penciptaan lapangan kerja di Pulau Dewata.

"Hal ini memerlukan sinergi berbagai pihak," kata Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Bali, Rabu.

Saat ini, KUR di Bali lebih banyak diserap sektor perdagangan dan jasa mengingat Pulau Dewata sebagai daerah tujuan wisata.

Namun, realisasi itu perlu didukung diversifikasi sektor selain yang berkaitan dengan pariwisata untuk menyerap KUR.

Upaya itu diharapkan mendukung program pemerintah yakni KUR nasional dengan ditandai akad massal KUR sebanyak 800 ribu debitur di seluruh Indonesia untuk penciptaan lapangan kerja dan kredit program perumahan (KPP).

Ia berharap penyaluran KUR dan KPP di Bali memperkuat daya dorong pertumbuhan ekonomi daerah lebih kuat dan inklusif.

Berdasarkan catatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali, realisasi penyaluran KUR di Bali per Agustus 2025 mencapai Rp7,04 triliun dari target Rp10,84 triliun yang diterima oleh sebanyak 99 ribu debitur dengan skema mikro, super mikro, ultra mikro hingga kredit segmentasi usaha kecil.

Meski sudah Rp7,04 triliun, namun realisasi itu lebih rendah dibandingkan periode sama 2024 mencapai Rp7,85 triliun.

Wilayah di Bali yang paling banyak debitur menyerap KUR adalah Kabupaten Buleleng mencapai hampir 18 ribu debitur dan penyaluran tertinggi di Kota Denpasar sebesar Rp1,17 triliun.

Selain sektor perdagangan besar dan eceran, sektor kedua yang banyak menyerap KUR yaitu pertanian dan kehutanan sebesar 22 persen, jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya mencapai 12,4 persen dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,38 persen.

"Kami akan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah, perbankan dan pelaku usaha untuk mendorong ekonomi Bali," katanya.

Pemerintah pusat menargetkan tahun ini penyaluran KUR mencapai Rp300 triliun dengan porsi minimal 60 persen untuk sektor produksi.

Selain itu, untuk KPP sebesar Rp130 triliun untuk dukungan pembiayaan UMKM pengembang perumahan serta pembangunan dan renovasi rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.