Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Madina Optimalkan Digitalisasi Pajak untuk Tingkatkan PAD

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 06:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Madina Optimalkan Digitalisasi Pajak untuk Tingkatkan PAD Doc: ANTARA
Ket. Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution pada Rapat Koordinasi pendampingan penyusunan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) 2026-2030

MANDAILING NATAL – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara mengoptimalkan proses digitalisasi pembayaran pajak guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah itu.

Dalam Rapat Koordinasi Pendampingan Penyusunan ETPD 2036-2030 di Madina, Senin (20/10), Bupati Madina, Saipullah Nasution, mengatakan optimalisasi tersebut antara lain dengan memperkuat penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di wilayah itu.

"ETPD bertujuan mengubah transaksi pendapatan dan belanja daerah dari tunai menjadi non-tunai berbasis digital," ujarnya.

Ia mengatakan ETPD tersebut merupakan bagian dari transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas bagi pemerintah daerah.

Penerapan ETPD juga merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

 Dengan penerapan elektronifikasi transaksi tersebut, pihaknya berharap dapat memperluas basis wajib pajak dan retribusi melalui kemudahan pembayaran. 

"Perlu dilakukan optimalisasi penerimaan melalui sistem pemungutan yang sederhana dan efisien serta memberikan kemudahan dalam pembayaran pajak dan retribusi," kata dia.

Oleh karena itu, Pemkab Madina bakal memperkuat program elektronifikasi transaksi guna meningkatkan PAD di wilayah itu.

"Pajak daerah dan retribusi merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang berperan penting dalam meningkatkan kemampuan keuangan daerah," ujarnya.

Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Saddam Husein menegaskan komitmen BI untuk terus mendorong penggunaan kanal pembayaran digital di berbagai sektor.

"Kami menyarankan agar perluasan penggunaan pembayaran digital mencakup sektor yang belum sepenuhnya menerapkannya, seperti destinasi wisata, parkir, dan kebersihan,” ujar Saddam Husein.

Ia menjelaskan, penerapan sistem non-tunai di Kota Medan meningkatkan pendapatan retribusi parkir dari sekitar Rp3 miliar menjadi Rp40 miliar per tahun.

Oleh karena itu, Ia berharap pemerintah kabupaten setempat juga dapat mengoptimalkan pembayaran digital guna meningkatkan pendapatan asli daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Wajah Kota Medan Bakal Beru...

Paus Leo XIV Desak Eropa Bersatu

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Eropa Be...

Serangan Russia Meningkat, Delapan Orang Tewas

34 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Serangan Russia Meningkat, ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.