Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Final Livoli Divisi Utama 2025: Petrokimia Gresik Kembali Raih Gelar Juara untuk Ketiga Kalinya

28 Minggu, 19 Okt 2025, 07:22 WIB | Oleh:
Final Livoli Divisi Utama 2025: Petrokimia Gresik Kembali Raih Gelar Juara untuk Ketiga Kalinya Final Livoli Divisi Utama 2025: Petrokimia Gresik Kembali Raih Gelar Juara untuk Ketiga Kalinya Doc: PBVSI
Ket. Tim putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia juara Livoli Divisi Utama 2025.

MAGETAN – Dominasi tim putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia di kancah voli amatir Indonesia kembali terukir. Bertarung di babak Grand Final Livoli Divisi Utama 2025, tim besutan Ayub Hidayat ini sukses membungkam perlawanan TNI AU Electric dengan skor telak 3-0 (25-16, 25-22, 25-12), Sabtu (18/10).

Kemenangan ini memastikan Petrokimia mencetak hattrick gelar juara secara berturut-turut. ​Dengan skuad yang merata, dipimpin outside hitter andalan seperti Mediol Stiovanny Yoku dan middle blocker kokoh Shella Bernadetha, Petrokimia tampil tanpa cela sejak awal pertandingan.

Sementara itu, TNI AU Electric yang mengandalkan Ersandrina Devega dan kolega, harus mengakui keunggulan strategi dan pengalaman lawan.

​Set pertama Petrokimia langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak peluit dibunyikan. Receive bola pertama mereka yang sempurna memfasilitasi setter untuk merancang serangan variatif, sering kali mengarah ke spike-spike keras dari sektor opposite. Block-block rapat yang digalang Shella Bernadetha di depan net efektif meredam upaya serangan balik dari TNI AU Electric. Jarak poin mulai melebar di pertengahan set. Meskipun TNI AU Electric sempat mencoba mengejar lewat servis tajam, konsistensi serangan Petrokimia tidak mampu diimbangi, dan set pertama pun ditutup dengan skor meyakinkan 25-16.

​Set kedua menjadi momen paling ketat. TNI AU Electric yang tak mau menyerah begitu saja bangkit dengan permainan lebih berani dengan menampilkan reli-reli panjang yang memukau. Pertahanan TNI AU mulai rapat, dan smash dari Ersandrina Devega sempat beberapa kali mengancam. Namun keputusan time out yang tepat dari Pelatih Ayub Hidayat kembali menenangkan Petrokimia. Lewat kombinasi serangan cepat dan defense yang disiplin, Petrokimia berhasil meraup poin-poin akhir dan mengamankan set kedua dengan skor tipis 25-22.

Memasuki set ketiga momentum sepenuhnya berada di tangan Petrokimia. Mental bertanding TNI AU Electric terlihat menurun drastis setelah gagal mencuri set kedua. Variasi servis jump float Petrokimia membuat receive TNI AU Electric sering tidak akurat, sehingga sulit membangun serangan yang terstruktur. Para pemain Petrokimia, bahkan pemain pelapis yang masuk, tampil tenang dan penuh percaya diri.

TNI AU Electric nyaris tak mampu memberikan perlawanan berarti. Poin demi poin dikumpulkan Petrokimia dengan mudah. Keunggulan pengalaman dan kedalaman skuad menjadi pembeda utama. Laga final ini pun berakhir cepat setelah Petrokimia menutup set ketiga dengan kemenangan telak 25-12, sekaligus mengunci gelar juara mereka.

​Usai laga pelatih Petrokimia, Ayub Hidayat mengungkapkan kepuasan atas penampilan anak asuhnya yang ia nilai bermain disiplin dan memiliki mental juara.

"Alhamdulillah, hasil ini adalah buah dari kerja keras dan kedisiplinan anak-anak selama persiapan. Mereka tahu persis apa yang harus dilakukan di lapangan, bahkan ketika berada di bawah tekanan di set kedua. Mental bertanding mereka sangat bagus. Kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad kami. Kami berhasil mempertahankan gelar dan ini luar biasa," ujar Ayub.

Sementara itu, Alim Suseno pelatih TNI AU mengakui keunggulan Petrokimia dan menyebut hasil ini sebagai pelajaran berharga, terutama bagi para pemain muda.

"Kami sudah berjuang maksimal, terutama di set kedua. Namun, kami harus mengakui Petrokimia bermain sangat baik dan stabil. Di set ketiga, fokus anak-anak memang sudah buyar. Kami menurunkan mayoritas pemain junior yang minim pengalaman, "Level kami belum sebanding dengan Petrokimia saat ini, namun semangat juang tim patut diapresiasi," tukas Alim Suseno.

Petrokimia selain menerima medali dan piala bergilir serta piala tetap, juga menerima uang pembinaan sebesar Rp 125 juta.

Sedangkan TNI AU Electric di samping menerima piala juga mendapat uang pembinaa sebesar Rp 75 juta

Sementara itu pada perebutan tempat ketiga, Bank Jatim berhasil menang atas Rajawali O2C dengan skor 3-0 (25-20, 25-10, 26-24)

Kemenangan ini menjadi penutup manis Bank Jatim setelah gagal melaju ke partai puncak. Sementara bagi Rajawali O2C, hasil ini tetap menjadi pencapaian luar biasa mengingat komposisi tim yang didominasi pemain-pemain muda.

Gelar peringkat ketiga ini selain mendapat piala, Bank Jatim menerima uang pembinaan sebesar Rp 50 juta, sedangkan Rajawali O2C sebagai peringkat keempat menerima Rp 30 juta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Indonesia Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Year of Creativity 2027

16 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Indonesia Ditunjuk Jadi Tua...

Mentan: Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Mentan: Pemerintah Jamin Se...
Daerah
Awasi Pajak Usaha, Pemkot P...
Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ajak Ge...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.