Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wah Gawat Nih! 25,5 Persen Perokok Anak Ternyata Mulai Merokok Sejak SD

📅 Sabtu, 18 Okt 2025, 17:15 WIB | Oleh:
Wah Gawat Nih! 25,5 Persen Perokok Anak Ternyata Mulai Merokok Sejak SD Doc: IDEAS

JAKARTA  - Kasus viral kepala sekolah yang menampar siswanya karena merokok di salah satu SMA di Banten bukan hanya persoalan kekerasan di sekolah. Tetapi juga menjadi alarm bahwa lingkungan pendidikan masih rentan terhadap maraknya peredaran rokok di kalangan pelajar.

Hal ini setidaknya terpotret dari Survei yang dilakukan Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) pada 2024. Di mana, persoalan kebiasaan merokok di kalangan anak dan remaja miskin, bahkan sejak usia sekolah dasar.

“Sebanyak 69,8 persen anak merupakan perokok aktif, 18,9 persen merokok sesekali. Dan 11,3 persen baru mulai belajar merokok,” ujar Direktur Advokasi Kebijakan IDEAS, Agung Pardini, dalam keterangannya, Jumat (17/10).

Survei tersebut melibatkan 106 perokok anak dan remaja dari rumah tangga miskin di 54 desa tertinggal dan sangat tertinggal di 13 kabupaten. Adapun responden tersebar di lima provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan DI Yogyakarta.

Lebih lanjut, survei itu mencatat 58,5 persen anak mulai merokok di usia SMP (13–15 tahun). Kemudian, sebanyak 25,5 persen sejak SD (6–12 tahun), dan 15,1 persen di usia SMA (16–19 tahun).

“Fase mengenal rokok dan fase menjadi perokok aktif hampir tidak memiliki jarak waktu. Begitu anak mencoba, mereka langsung terjerat menjadi perokok aktif,” ujar Agung.

Ia memaparkan sebanyak 46,2 persen anak mengaku mulai mengalami kecanduan saat SMA. Kebiasaan tersebut, menurut Agung, berdampak langsung pada pola konsumsi dan masa depan pendidikan mereka.

Selanjutnya, menurut IDEAS, 67,9 persen anak mendapatkan rokok dari orang lain. Terutama teman dan tetangga, sementara hanya 5,7 persen dari keluarga inti.

Hal ini, menurut dia, menunjukkan bahwa lingkungan sosial di luar rumah. Khususnya lingkunhan sekolah, sangat berperan dalam membentuk perilaku merokok.

Sebelumnya, kasus penamparan terhadap siswa berinisial ILP (17) oleh Kepsek SMAN 1 Cimarga Dini Fitri dilaporkan ke polisi, Jumat (10/10). Orang tua ILP melaporkan Dini meskipun anaknya tidak mengalami bekas luka fisik.

Peristiwa dugaan kekerasan ini berawal ketika Dini Fitri melihat adanya asap rokok dari tangan Indra. Ketika hendak ditegur, peserta didik tersebut malah kabur dari pandangan Dini.

Ketika ditangkap, ILP tidak mengakui bahwa dirinya telah merokok di lingkungan sekolah. Menurut penuturan pribadi Dini, ia kemudian menepuk punggung ILP secara tidak keras.

Dugaan yang dilaporkan sebagai tindakan kekerasan ini pun melahirkan demonstrasi mogok sekolah siswa. Pada 13 Oktober 2025 kemarin, ada sekitar 630-an peserta didik dari 19 kelas yang menunjukkan protes.

Beberapa murid bahkan menginginkan agar Dini Fitri segera dilengserkan dari posisinya. Demi menurunkan intensi, Pemerintah Provinsi Banten segera menonaktifkan Dini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.