Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hitung Ulang Planet: Ilmuwan Kembangkan Metode Baru Ukur Siklus Karbon

📅 Sabtu, 18 Okt 2025, 19:18 WIB | Oleh:
Hitung Ulang Planet: Ilmuwan Kembangkan Metode Baru Ukur Siklus Karbon Doc: AFP

LANZHOU - Sebuah skema pemodelan yang sederhana dan solid telah diusulkan untuk penilaian presisi terhadap produktivitas primer kotor (gross primary productivity/GPP) ekosistem darat, menurut Universitas Lanzhou.

Model efisiensi pemanfaatan cahaya ekosistem (ecosystem light-use efficiency/eLUE) sederhana dan efektif yang baru diusulkan itu menandai terobosan besar dalam studi estimasi pengindraan jauh GPP global, menurut universitas tersebut.

Tim peneliti gabungan ini terdiri dari para peneliti dari Universitas Lanzhou di Tiongkok serta peneliti dari Jepang, Australia, dan negara-negara lainnya. Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal IEEE Transactions on Geoscience and Remote Sensing.

GPP melalui proses fotosintesis merupakan fungsi ekosistem yang krusial, yang sangat memengaruhi ketahanan pangan, siklus karbon, dan perubahan iklim. GPP dari ekosistem darat merupakan komponen terbesar dalam siklus karbon global.

"Dalam konteks perubahan iklim dan upaya menuju netralitas karbon, penilaian GPP yang presisi sangat penting untuk memahami proses siklus karbon global dan mendorong tata kelola iklim," kata Ma Xuanlong, profesor di Fakultas Ilmu Bumi dan Lingkungan Universitas Lanzhou sekaligus pemimpin studi ini.

Metode estimasi pengindraan jauh konvensional memiliki ketidakpastian yang cukup besar dan membatasi akurasi dalam perhitungan anggaran karbon global serta evaluasi efektivitas kebijakan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim peneliti mengusulkan model eLUE yang sederhana tetapi efektif ini untuk GPP. Para peneliti secara inovatif menjadikan efisiensi pemanfaatan energi cahaya pada skala ekosistem sebagai inti dari inversi pengindraan jauh. Mereka membangun kerangka estimasi GPP global baru yang sepenuhnya didasarkan pada observasi pengindraan jauh.

"Model ini memiliki parameter yang sederhana, perhitungan yang efisien, dan kesalahan yang dapat dikendalikan, menyediakan metode dan alat baru untuk penelitian siklus karbon global dan perhitungan anggaran karbon," ujar Ma.

FLUXNET adalah jaringan situs menara mikrometeorologi global. Hasil validasi silang berdasarkan 120 situs FLUXNET di seluruh dunia menunjukkan bahwa model eLUE ini memiliki akurasi dan stabilitas yang sangat baik.

Model baru ini memberikan dukungan teknis penting untuk pemantauan dinamis terhadap kapasitas penangkapan dan penyerapan karbon dari ekosistem. Berdasarkan model ini, tim tersebut membangun kumpulan data GPP global untuk periode 2001-2024, kata Ma.

"Studi baru ini memberikan dukungan bagi simulasi siklus karbon global dan penilaian ekosistem. Selain itu, studi ini juga menawarkan basis ilmiah bagi perhitungan anggaran karbon dan penyusunan strategi tata kelola iklim," kata Ma. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.