Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemotongan Anggaran Pemda, Semangat Tak Surut: Pemkot Tangerang Bidik Pembangunan Berkelanjutan

📅 Jumat, 17 Okt 2025, 17:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemotongan Anggaran Pemda, Semangat Tak Surut: Pemkot Tangerang Bidik Pembangunan Berkelanjutan Doc: ANTARA/ Irfan
Ket. Sejumlah warga sedang mengurus dokumen di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang, Banten.

TANGERANG – Di tengah tekanan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda) dituntut untuk tetap memegang komitmen terhadap pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Kondisi ini menegaskan bahwa kualitas pembangunan tidak semestinya bergantung semata pada besarnya dana, tetapi pada bagaimana anggaran yang tersedia dikelola dengan efektif dan berorientasi hasil.

Pemda perlu memperkuat perencanaan, mengefisienkan program yang kurang berdampak, serta memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Komitmen terhadap pembangunan yang berkeadilan berarti memastikan kelompok rentan tidak tertinggal, sementara prinsip keberlanjutan menuntut agar kebijakan daerah tidak hanya fokus pada capaian jangka pendek, tapi juga dampak jangka panjang terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten memastikan tetap meningkatkan kualitas pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan meskipun anggaran dari Pemerintah Pusat terkoreksi minus sebesar Rp402 miliar tahun depan.

"Kita akan tetap melakukan program pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan, meski dihadapkan pada tantangan pengurangan dana transfer dari Pemerintah Pusat tahun depan," kata Wali Kota Tangerang Sachrudin saat memberikan penjelasan mengenai Raperda APBD tahun 2026 dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Tangerang, di Gedung Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Kamis (16/10).

Wali kota juga memastikan potensi defisit anggaran akan diantisipasi dengan langkah strategis. Penyesuaian dilakukan pada sejumlah pos belanja daerah, serta ditopang dengan sisa lebih perhitungan anggaran tahun ini (SILPA 2025).

“Defisit sebesar Rp400 miliar itu akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun 2025. Di samping itu, belanja daerah juga dilakukan penyesuaian,” jelasnya.

Sidang paripurna ini menjadi langkah awal pembahasan Raperda APBD 2026 antara Pemkot dan DPRD Kota Tangerang, sebelum nantinya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Rapat berikutnya dijadwalkan pada 21 Oktober 2025, di mana para anggota dewan akan menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD 2026 tersebut.

"Dengan semangat gotong royong dan pengelolaan anggaran yang efisien, Pemkot Tangerang tetap optimis dapat merealisasikan berbagai program prioritas demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kota," katanya.

Pada akhirnya, efisiensi anggaran bukan berarti berhenti berinovasi — justru sebaliknya, menjadi ujian sejauh mana pemerintah daerah mampu berpikir kreatif dalam menghadapi keterbatasan.

Ketika ruang fiskal menyempit, kreativitas menjadi “mata uang baru” yang menentukan efektivitas pembangunan.

Pemda perlu keluar dari pola lama yang hanya mengandalkan dana transfer pusat, dan mulai menggali potensi lokal: menggandeng sektor swasta, mengoptimalkan aset daerah, serta memanfaatkan teknologi untuk menekan biaya tanpa menurunkan kualitas layanan publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.