Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadalah! Disnaker Wanti-wanti Maraknya Penipuan Pencaker di Kota Tangerang

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 15:04 WIB | Oleh:
Waspadalah! Disnaker Wanti-wanti Maraknya Penipuan Pencaker di Kota Tangerang Doc: RRI/Saadatuddaraen
Ket. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan

TANGERANG - Penyalahgunaaan dan penipuan berkedok perekrutan tenaga kerja perusahaan fiktif marak di Kota Tangerang. Nahasnya, para korban berasal dari luar wilayah Tangerang dan mereka dirugikan hingga jutaan rupiah per orang.

"Kita juga sudah melakukan atau bekerja sama, karena justru kita mendapatkan informasi tersebut dari pihak Kepolisian. Karena, para oknum itu modusnya adalah merekrut tenaga kerja dan tidak melaporkan perekrutan tersebut ke Dinas Keteragakerjaan," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, Selasa (14/10).

Ia menyebut telah melaporkan kasus tersebut kepada Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten. Pasalnya, kewenangan pengawasannya berada pada Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten.

"Tupoksi pengawasan ada ditingkat provinsi. Sudah kita sampaikan bahwasannya banyak perekrutan yang sengaja dilakukan oleh beberapa oknum yang modusnya adalah sebenarnya penipuan," ujar dia.

Ujang membeberkan, perusahaan fiktif yang melakukan penipuan itu pertama di Ruko Green Ampera Poris Gaga Batuceper, Kota Tangerang. Kemudian, kedua laporan dari perusahaan besar pembuat ban di Jatake, Jatiuwung, Kota Tangerang.

"Jika yang di Batuceper setelah ditindak lanjuti oleh Kepolisian ternyata perusahaan fiktif. Lalu, yang di Jatake, justru nama perusahaannya di bajak, karena mereka sebenarnya tidak membuka lowongan kerja," kata Ujang.

Ia juga menyebut banyak juga perusahaan yang menyampaikan ke pihaknya, bahwa banyak yang korban perekrutan tenaga kerja fiktif. Mayoritas infornasi awal perekrutan melalui iklan.

"Informasi iklannya dari medsos. Kemudian, selebaran-selebaran atau flyer yang ada di pinggir jalan atau di tempat-tempat keramaian," ujar dia.

Ujang menjelaskan bahwa kasus penipuan perekrutan pencari kerja yang ada di wilayah Batuceper sudah ditangani oleh Polsek Batuceper. Bahkan, informasinya ditingkatkan ke Polda Metro Jaya.

Kapolsek Batuceper Kompol Gunawan membenarkan hal tersebut. Menurutn dia, kasus tersebut ada dugaan tindak pidana penipuan.

"Karena korbannya mayoritas dari luar Tangerang, maka kami menyerahkan penanganannya ke Polda Metro Jaya. Terlebih, setelah didatangi alamat perusahaan di Ruko Green Ampera Poris Gaga Batuceper sudah tidak beroperasi," kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.