Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemogokan Pelajar SMAN 1 Cimarga Lebak Amat Menyedihkan Kalau Benar untuk Mendukung Temannya yang Merokok. Sekolah Tak Boleh Kalah dari Murid

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 13:37 WIB | Oleh:
Pemogokan Pelajar SMAN 1 Cimarga Lebak Amat Menyedihkan Kalau Benar untuk Mendukung Temannya yang Merokok. Sekolah Tak Boleh Kalah dari Murid Doc: ist
Ket. dilarang merokok

LEBAK – Apa pun alasannya, pelajar merokok, apalagi di lingkungan sekolah, jelas tak dapat dibenarkan. Itu pelanggaran dan harus diberi sanksi. Aturannya sudah ada di tiap sekolah bahwa para siswa dilarang merokok. Kasus para siswa SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten yang sempat mogok belajar karena membela temannya yang merokok, sangat keliru.

Sekolah mestinya tak boleh kalah dengan murid. Tidak boleh pelajar merokok dibela, apalagi dengan mogok belajar segala. Beruntung sekarang mereka sudah mulai masuk sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Sudah 99 persen siswa sudah mengikuti pelajaran di sekolah," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Adang Abdurrahman saat ditemui di SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak, Rabu. Sebelumnya 600-an siswa SMAN 1 Cimarga melakukan aksi mogok belajar untuk menuntut kepala sekolah setempat yakni Dini Fitria yang diduga melakukan penamparan pada salah satu siswa dinonaktifkan. Dan kasus ini menjadi sorotan secara nasional.

Atas kejadian tersebut, lanjut dia, pihaknya bersama dengan stakeholder terkait melakukan kajian serta pemeriksaan terhadap pihak yang menjadi obyek dalam permasalahan tersebut. "Kami berharap anak-anak kembali belajar dengan nyaman dan damai," kata Adang Abdurrahman menambahkan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lebak, Gugun Nugraha mengatakan proses belajar mengajar di SMAN 1 Cimarga sudah berjalan normal dan pihaknya berharap kejadian sebelumnya tidak terulang. "Kami minta mogok belajar itu jangan sampai kembali terulang," katanya.

Dhea, seorang guru SMAN 1 Cimarga mengapresiasi semua siswa yang kembali melaksanakan KBM setelah permasalahan yang terjadi di sekolah ditangani Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Komite Sekolah, OSIS, dan Guru. "Kami berharap pelaksanaan KBM berjalan lancar, aman, nyaman dan harmonis," katanya.

Sementara itu, Fikri, siswa kelas 10 SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak mengaku senang bisa kembali mengikuti KBM di sekolah permasalahan di sekolahnya diselesaikan. "Kami ingin belajar di sekolah tanpa ada kekerasan," katanya. Sekolah harus tegas juga. Tak boleh siswa membela perokok. Mestinya, sekolah memberi perintah tegas, jika dalam tiga hari siswa tidak masuk, ya dianggap mengundurkan diri saja. Sekolah tak boleh kalah dari murid.

Tak Perlu Dinonaktifkan

Merokok bisa jadi jalan masuk ke kegiatan negatif lainnya, bahkan termasuk pintu masuk ke obat-obat terlarang. Merokok jelas negatif. Apalagi dilakukan pelajar, dan di lingkungan sekolah. Sudah semestinya, pelajar yang merokok diberi pelajaran. Mungkin Kepala SMAN 1Cimarga Lebak jengkel dan kelepasan dengan menampar. Pasti tujuannya untuk mendisiplinkan anak. Maka, cukup didamaikan, tak perlu ada penonaktifan. Kalau anak perokok tidak diberi sanksi, berarti tidak imbang penanganannya. Kalau anak berani merokok di sekolah, berarti di luar sekolah juga merokok. Anak-anak tidak dibenarkan merokok.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menurunkan tim untuk mengklarifikasi insiden dugaan kekerasan oleh kepala sekolah terhadap salah satu siswa SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Langkah cepat ini diambil guna memastikan kebenaran peristiwa, menjaga ketertiban, serta menjamin proses belajar mengajar tetap berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.