Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menu MBG Lebih Bervariasi Jadi Harapan Siswa dan Guru di Gorontalo

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 07:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menu MBG Lebih Bervariasi Jadi Harapan Siswa dan Guru di Gorontalo Doc: ANTARA
Ket. Bupati Tolikara, Papua Pegunungan Willem Wandik (tengah) saat meluncurkan program 1.000 HPK.

GORONTALO – Guru dan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, mengapresiasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), namum berharap menu yang diperoleh dapat lebih bervariasi.

"Kami bersyukur karena menjadi salah satu sekolah penerima manfaat Program MBG di Kabupaten Boalemo," kata Kepala Sekolah, Foni N Masiaga, di Gorontalo, Selasa (14/10).

Pihaknya menerima dengan baik proses pengukuran status gizi siswa penerima MBG oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo.

Menurut Foni, program ini memberikan dampak positif bagi siswa, salah satunya karena sebagian besar siswa kini tidak lagi membawa uang jajan ke sekolah.

Mereka (siswa) menantikan pembagian makanan MBG yang disiapkan setiap hari. Meski demikian, kata dia, masih ada sebagian kecil siswa yang memilih membawa bekal dari rumah.

"Tantangannya itu sebagian siswa berasal dari keluarga pegawai negeri, sehingga ada sebagian siswa yang tidak mau makan makanan dari MBG. Mereka bawa bekal sendiri. Tetapi sebagian besar siswanya itu kadang tidak ada lagi yang bawa uang jajan. Mereka sudah percaya untuk menerima MBG ini,” kata Foni.

Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah telah menetapkan sistem pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Guru piket maupun wali kelas bertugas mencicipi makanan terlebih dahulu untuk memastikan kualitas, keamanan dan kebersihannya.

"Kami di SDN 1 sudah melaksanakan program, dimana harus gurunya dulu yang mencicipi. Apakah ini bisa dimakan oleh anak, kalau tidak, berarti ini harus dilaporkan," katanya.

Lebih lanjut Foni berharap agar menu makanan dalam Program MBG dapat lebih bervariasi. Ia menilai variasi dalam cara memasak akan membuat anak-anak lebih bersemangat menyantap makanan yang disajikan.

“Harapan dari kami, sebaiknya makanan itu menunya berganti-ganti karena sering dalam empat hari berturut-turut itu makanannya daging ayam, kemudian digoreng, terus seperti itu," katanya.

Program MBG, lanjut dia, diharapkan terus berlanjut sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi seimbang bagi peserta didik, sekaligus membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini di lingkungan sekolah.

Foto bersama Tim Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan para guru dan siswa SDN 1 Tilamuta Kabupaten Boalemo, pada Selasa (14/10/2025). ANTARA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.