Madiun Siaga Hadapi Anomali Cuaca yang Potensial Hadirkan Bencana Air

Rabu, 15 Okt 2025, 01:12 WIB

MEDAN - Masyarakat Madiun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring dengan masa memasuki periode peralihan musim yang dapat mengakibatkan cuaca ekstrem. "Seiring dengan perubahan cuaca yang bersifat ekstrem, kita tidak boleh lengah. Pemkot Madiun meminta semua pihak untuk mulai siaga untuk bencana hidrometeorologi, terutama untuk masuk di bulan November sesuai peringatan BMKG," ujar Wakil Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun saat memimpin kegiatan Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Pilangbango Kota Madiun, Selasa.

Meski risiko bencana di Kota Madiun tergolong rendah, katanya, secara geografis kota ini berada di cekungan yang rawan terdampak luapan air dari wilayah lain. Oleh karena itu, katanya, mitigasi dan upaya penanganan bencana harus dilakukan. "Mitigasi harus bersifat preventif, jangan menunggu bencana datang. Apel ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan semua pemangku kepentingan agar memiliki kesiapan bersama, dari pencegahan, penanganan, hingga pemulihan," kata dia.

Ket. Foto: bencana banjir — Sumber: ist

Pemerintah Kota Madiun melalui BPBD dan dinas terkait juga terus melakukan berbagai langkah nyata, seperti kerja bakti terpadu, normalisasi saluran air, serta kesiapsiagaan tim reaksi cepat (TRC) yang siaga selama 24 jam. Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Wahyudi menegaskan pihaknya tak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan.

"Kami rutin membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah atau material bambu yang menghambat arus air. Semua peralatan dan personel sudah siap siaga. Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kelancaran aliran air supaya tidak banjir," kata dia.

Melalui sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat setempat, kata dia, Kota Madiun diharapkan semakin siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana. Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi diikuti 121 peserta berasal dari berbagai unsur, meliputi TNI, Polri, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), relawan, hingga organisasi kebencanaan.

Bencana di Jember

Sementara itu,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember melaporkan dua korban meninggal dunia saat terjadi bencana angin kencang disertai hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin sore.

"Dua korban yang meninggal dunia yakni Siaman (64) dan anaknya Saiful Rohman (29) warga Jalan Jawa VII, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Z. Wahyudi Hidayat di kabupaten setempat.

Hujan deras yang disertai hujan es dan angin kencang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember, sehingga banyak pohon tumbang yang menimpa kendaraan, rumah, hingga kandang ternak yang menyebabkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Kedua korban saat kejadian berada di kandang ternak miliknya, namun akibat hujan deras dan angin kencang menyebabkan serumpun pohon bambu roboh menimpa kandang ternak tersebut," katanya.

Setelah mendapatkan laporan, petugas BPBD, Polri, TNI, Tagana, sukarelawan dan masyarakat sekitar segera mengevakuasi kedua korban dari reruntuhan kandang ternak miliknya.

Di Kecamatan Sumbersari terdapat beberapa titik pohon tumbang di antaranya Jalan Letjen Panjaitan, Letjen S. Parman, dan di kawasan kampus Universitas Jember (Unej).

Tidak hanya di Kecamatan Sumbersari, beberapa relawan melaporkan pohon tumbang menimpa rumah dan menutup akses jalan seperti di Kecamatan Kaliwates, Patrang, dan Ajung.

"Kami masih melakukan asessment dan pendataan di sejumlah lokasi yang terdampak bencana angin kencang yang tersebar di beberapa titik di Jember," ujarnya.

Sementara Kapolsek Sumbersari Kompol Suhartanto mengatakan hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan banyak pohon tumbang yang menimpa rumah, kendaraan dan menutup akses jalan.

"Untuk korban yang meninggal dunia sudah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada keluarganya untuk segera dimakamkan. Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan waspada dengan cuaca ekstrem," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.