Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Mahyeldi Berhasil Dapatkan Tambahan 70 Ribu KL Biosolar untuk Sumbar

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 07:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Mahyeldi Berhasil Dapatkan Tambahan 70 Ribu KL Biosolar untuk Sumbar Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi berhasil melobi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk mendapatkan tambahan kuota bahan bakar minyak jenis biosolar sebanyak 70 ribu kilo liter guna mengatasi kelangkaan bahan bakar tersebut di Ranah Minang.

"Kita sudah surati BPH Migas sejak Agustus 2025 dan alhamdulillah usulan itu dikabulkan," kata Mahyeldi di Padang, Senin.

Mantan Wali Kota Padang itu mengatakan terhitung sejak awal Oktober 2025, kuota biosolar untuk Sumbar bertambah sekitar 70 ribu kilo liter (KL). Tambahan ini diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan bahan bakar biosolar di Sumbar hingga akhir tahun.

Mahyeldi menyebut dengan tambahan tersebut, total alokasi biosolar Sumbar saat ini sekitar 566.000 KL atau naik sekitar 15 persen dari kuota sebelumnya 497.874 KL. BPH Migas juga memastikan pasokan BBM dari Pertamina ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) segera kembali normal.

"Kita berharap Pertamina segera mendistribusikannya secara merata ke seluruh SPBU agar antrean panjang di SPBU dapat terurai dalam waktu dekat dan menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumbar Helmi Heriyanto mengatakan setelah keputusan penambahan kuota diterbitkan, pihaknya langsung berkoordinasi intensif dengan Pertamina untuk mempercepat proses distribusi ke seluruh kabupaten/kota.

"Karena keputusan baru keluar pada awal Oktober, tentu perlu waktu untuk penyesuaian teknis pengiriman. Insyaallah dalam waktu dekat pasokan akan normal," ujarnya.

Penambahan kuota biosolar ini diharapkan menjadi solusi konkret atas kebutuhan energi masyarakat, terutama bagi petani, nelayan dan pelaku usaha transportasi di Ranah Minang yang selama ini bergantung pada BBM subsidi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.