Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKPM: Pertumbuhan Berkelanjutan Kunci Ekonomi 8 Persen

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 01:29 WIB | Oleh:
BKPM: Pertumbuhan Berkelanjutan Kunci Ekonomi 8 Persen Doc: ANTARA/Kuntum Riswan
Ket. Deputi Menteri Kerja Sama Penanaman Modal, BKPM, Tirta Nugraha Mursitama

Jakarta - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan negara dan mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

“Untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi, Indonesia tidak hanya perlu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, tetapi juga harus memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Deputi Menteri Kerja Sama Penanaman Modal, BKPM, Tirta Nugraha Mursitama dalam lokakarya wartawan di Jakarta, Senin (13/10).

Seperti dikutip dari Antara, menurut Tirta, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus berfokus pada peningkatan produktivitas melalui hilirisasi dan harus bersifat inklusif.

Tirta pun mencontohkan Korea Selatan sebagai mitra strategis dan sangat penting bagi Indonesia, baik dari segi kerja sama bilateral maupun peranan global.

Korea Selatan berada pada posisi nomor tujuh sebagai kontributor terbesar Penanaman Modal Asing (PMA) ke Indonesia selama periode 2020-2024. Total investasi Korea Selatan di Indonesia mencapai 11,3 miliar dollar AS atau sekitar 185 triliun rupiah selama periode 2020-2024.

BKPM mencatat salah satu proyek utama investor Korea Selatan di Indonesia, berfokus pada hilirisasi yakni proyek ekosistem baterai kendaraan listrik. Selain itu, terdapat investasi di sektor kelistrikan, gas dan air; mesin, elektronik, dan peralatan listrik: hingga industri logam dasar.

Kendati demikian, Tirta menegaskan bahwa dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo, yang terpenting bukan jumlah investasi, namun sektor yang menjadi tujuan investasi asing.

“Korea berinvestasi di sektor listrik, gas, air, otomotif, mesin, dan elektronik. Mereka fokus pada sektor yang tidak tidur, artinya mereka tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, kompetensi, serta sumber daya manusia untuk Indonesia dan mentransformasikannya ke mitra lokal, BUMN, serta masyarakat lokal,” jelasnya.

Diplomasi Jembatan

Lebih lanjut, Tirta menyampaikan dukungan Indonesia terhadap Keketuaan Korea Selatan pada Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 yang mendorong “diplomasi jembatan” yang menempatkan Korea sebagai penghubung antara kekuatan besar dan menengah.

Strategi pertumbuhan Indonesia yang dipimpin investasi, sambungnya, juga selaras dengan agenda ekonomi berkelanjutan, inklusif, dan digital APEC.

“Kedua ekonomi ini adalah kekuatan menegah dengan kepentingan bersama dalam menjaga tatanan ekonomi global yang stabil dan berbasis aturan,” kata Tirta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.