Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Final Four Livoli Divisi Utama 2025: Petrokimia Sempat Kecurian Satu Set, Kandaskan TNI AU Electric 3-1

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 06:53 WIB | Oleh:
Final Four Livoli Divisi Utama 2025: Petrokimia Sempat Kecurian Satu Set, Kandaskan TNI AU Electric 3-1 Doc: PBVSI
Ket. Pemain tim TNI AU melakukan smas dalam laga Final Four Livoli Divisi Utama 2025 kontra Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia di GOR Ki Mageti, Magetan, pada Sabtu (11/10).

MAGETAN– Juara bertahan putriPetrokimia Gresik Pupuk Indonesia berhasil menumbangkan TNI AU Electric dalam laga sengit empat set. Petrokimia yang sejak babak penyisihandi Bojonegoro lalu, belum pernah kehilangan satu set pun. Di Magetan ini tim besutan Ayub Hidayat harus kehilangan satu set di awal laga melawan TNI AU.

Pertarungan yang tersaji di GOR Ki Mageti, Magetan, pada Sabtu (11/10), Petrokimia menang denganskor 3-1 (22-25, 25-23, 25-17, 25-18).

Kemenangan ini memperkokoh posisi juara bertahan di puncak klasemen sementara putri, membuka peluang lebar untuk kembali merebut gelar juara.

Petrokimia yang tampil dengan kekuatan penuh, menunjukkan kedalaman skuad yang lebih merata. Meskipun sempat kehilangan satu set, performa solid dari para spiker dan pertahanan berlapis mampu meredam gempuran TNI AU Electric yang berjuang keras.

Set Pertama dimulai dengan tensi tinggi. Kedua tim saling beradu serangan tajam dan pertahanan rapat. Keunggulan tipis terus berganti hingga TNI AU Electric melalui kombinasi serangan variatif dari lini sayap, berhasil menutup set pertama dengan skor ketat 25-22.

Memasuki Set Kedua, Petrokimia menunjukkan respons cepat. Kesalahan-kesalahan elementer di set pertama terutama dalam receive dan koordinasi blok, berhasil diperbaiki. Petrokimia bangkit, tim asuhan Ayub Hidayat ini tampil lebih agresif dan memimpin perolehan angka dengan nyaman, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memenangi set ini 25-22.

​Set Ketiga menjadi titik balik krusial. Pelatih Ayub Hidayat melakukan penyesuaian strategi yang jitu. Permainan Petrokimia kembali padu, terutama dalam serangan open spike yang sulit dibendung. Blok rapat yang diterapkan berhasil meredam kekuatan utama TNI AU. Petrokimia mendominasi penuh dan merebut set ini dengan skor meyakinkan, 25-17.

Pada Set Keempat, TNI AU Electric berupaya keras memaksakan rubber set. Mereka sempat memberikan perlawanan sengit, namun momentum positif telah berada di tangan Gresik Petrokimia. Konsistensi serangan dari tim Petrokimia tak terbendung, dan mereka berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir. Petrokimia menutup set penentu dengan skor 25-19, sekaligus mengunci kemenangan 3-1.

Usai laga pelatih Petrokimia, Ayub Hidayat, mengungkapkan rasa puas atas mental bertanding anak asuhnya. Ia menekankan bahwa kunci kemenangan di babak krusial ini adalah disiplin dan pemanfaatan peluang.

"Alhamdulillah, kami kembali meraih hasil maksimal. Para pemain bermain sesuai instruksi. Kunci kemenangan hari ini adalah fokus dan konsistensi," ujar Ayub.

"Kami sempat lengah di set pertama, tapi tim cepat beradaptasi dan kembali menemukan ritme terbaik. Kami harus tetap waspada, karena semua lawan di Final Four ini jelas tim-tim terbaik," tukasnya.

Sementara itu, pelatih TNI AU Electric,Alim Suseno, mengakui bahwa timnya kehilangan sentuhan terbaik dan melakukan terlalu banyak error di saat-saat penting. Meskipun kalah, Alim menilai Final Four adalah ajang yang sangat penting untuk pengalaman timnya.

"Kami akui Petrokimia bermain sangat solid kali ini. Kami banyak kehilangan momentum, terutama di poin-poin krusial, dan serangan kami tidak berjalan dengan pas," ucapnya.

Ia pun tetap optimis karena masih ada pertandingan-pertandingan penting, "Dan kekalahan ini menjadi evaluasi besar kami. Kami harus tetap berjuang keras di sisa pertandingan dan menjadikan Final Four ini sebagai ajang pembelajaran berharga bagi tim, ujar Alim Suseno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.