Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Retno Marsudi: Dunia Butuh USD 600 Miliar per Tahun untuk Atasi Kesenjangan Investasi Air

📅 Jumat, 10 Okt 2025, 15:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Retno Marsudi: Dunia Butuh USD 600 Miliar per Tahun untuk Atasi Kesenjangan Investasi Air Doc: Antara Foto
Ket. Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan air Retno Marsudi menyampaikan pernyataan kuncinya pada agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan air Retno Marsudi menyatakan bahwa dunia memerlukan dana hingga 600 miliar dolar AS (Rp9,9 kuadriliun) setiap tahunnya untuk mengatasi kesenjangan investasi di bidang air.

“Sektor air global menghadapi kesenjangan investasi yang mencengangkan ... kita menghadapi kesenjangan investasi tahunan sebesar 300 hingga 600 miliar dolar AS,” ucap Retno dalam pernyataan kuncinya pada agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di Jakarta, Jumat.

Retno menjelaskan bahwa investasi yang diperlukan untuk membina serta menjaga pasokan air dan kualitas sanitasi secara global mencapai 600 miliar hingga 1 triliun dolar AS setiap tahunnya.

Namun, jumlah dana yang dikeluarkan semua pihak baik pemerintah maupun swasta untuk urusan air di tingkat global hingga saat ini baru mencapai 300 hingga 400 miliar dolar AS.

Keadaan tersebut diperparah dengan masih rendahnya komitmen nasional untuk berinvestasi lebih untuk air, sebagaimana laporan Bank Dunia yang menunjukkan bahwa negara-negara maju hanya menganggarkan 0,5 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) mereka untuk infrastruktur air.

Sementara, lebih dari 90 persen pengeluaran tahunan untuk air berasal dari sumber pemerintah, kata Retno, menambahkan.

Ia mengingatkan bahwa air tak bisa dilihat sekadar sebagai komoditas investasi dengan keuntungan rendah dan berisiko tinggi, karena “keuntungannya” hadir dalam bentuk perbaikan kehidupan di berbagai sektor masyarakat.

“Investasi di bidang air membawa deviden tak hanya dalam bentuk pertumbuhan ekonomi, tapi juga di bidang kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, dan ketahanan iklim,” ucap Menteri Luar Negeri RI periode 2014—2024 itu.

Masih dengan mengutip laporan Bank Dunia, Retno turut mengungkapkan bahwa setiap dolar AS yang diinvestasikan untuk air di Afrika akan membawa keuntungan sebesar 7 dolar AS.

Menurut dia, hal ini menunjukkan bahwa investasi di bidang air harus terus diperkuat dengan meneguhkan kemauan politik, keselarasan kebijakan, dan tindakan kolektif.

Retno pun mengingatkan supaya investasi tersebut dilakukan melalui pembiayaan campuran dengan tetap menjaga kepentingan umum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.