Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pesona yang Tumbuh dari Retakan Bumi

📅 Jumat, 10 Okt 2025, 07:37 WIB | Oleh:
Pesona yang Tumbuh dari Retakan Bumi Doc: Foto : Wikimedia Commons
Ket. Burung terbang di atas Danau Lindu di Taman Nasional Lore Lindu , Sulawesi Tengah, Indonesia.

DANAU Lindu bukan hanya indah, tetapi juga menyimpan kisah geologi yang menakjubkan. Terbentuk dari pergerakan Sesar Palu–Koro jutaan tahun lalu, cekungan besar ini kini menjadi danau alami yang menjadi pusat kehidupan bagi flora, fauna, dan masyarakat adat di lereng Pegunungan Lore Lindu.

Danau Lindu yang beralamat di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi memiliki luas luas 34,88 kilometer persegi. Berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), tempat ini memiliki udara sejuk dan pemandangan alam yang memukau.

Perairan ini bukan merupakan kawah gunung berapi, juga bukan danau buatan yang dibangun oleh manusia.  Secara geologi danau ini terbentuk karena aktivitas tektonik, yaitu pergerakan lapisan kerak bumi yang dahsyat.

Danau ini muncul karena tanah di wilayah itu turun (ambles) akibat pergeseran kerak bumi yang sangat kuat. Selain itu keberadaanya dipengaruhi oleh Sesar Palu-Koro. Seperti diketahui Sulawesi Tengah dilalui oleh yang membentang membentang dari Teluk Palu di utara sampai Teluk Boni.

Sesar tersebut bergerak terus-menerus setiap tahun, dan menjadi sumber banyak gempa bumi di daerah Palu, Sigi, dan sekitarnya. Di masa lalu, jutaan tahun lalu, pergeseran sesar itu menyebabkan sebagian tanah di wilayah Lindu turun ke bawah, membentuk cekungan besar di tengah pegunungan.

Cekungan ini disebut graben, yaitu lembah yang terbentuk karena kerak bumi meregang dan runtuh di antara dua patahan. Setelah terbentuk cekungan besar di daerah Lindu air hujan yang turun di kawasan pegunungan tertampung di dalamnya. Sungai-sungai kecil dari sekitarnya yaitu Gunung Nokilalaki, Adale, dan Tumaru mengalir ke cekungan itu.

Ditambah dengan mata air bawah tanah, air terus mengisi lembah tersebut. Akhirnya terbentuklah Danau Lindu wadah air alami di tengah pegunungan. Dari sini air yang tidak tertampung mengalir keluar melalui Sungai Lindu, yang terhubung ke Sungai Gumbasa dan selanjutnya ke Sungai Palu.

Bukti Geologis

Para ahli geologi menemukan bukti kuat bahwa Danau Lindu adalah hasil aktivitas tektonik dari struktur tanah di sekitar danau berbentuk depresi (turunan) yang memanjang sejajar arah sesar Palu–Koro. Lapisan batuan di sekitarnya menunjukkan pergeseran dan retakan aktif.

Apalagi wilayah ini masih sering mengalami gempa kecil, menandakan sesarnya masih hidup. Gempa dahsyat terbaru terjadi pukul 17.02 WIT pada 28 September 2018, yang dikenal dengan Gempa Palu. Magnitudonya 7 skala Richter dan berpusat di ,18 Lintang Selatan dan 119,85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala.

Bukti lain bahwa Danau Lindu terbentuk oleh peristiwa tektonik adalah dari bentuknya. Seperti danau besar di kawasan ini bentuknya tidak simetris. Ciri lainnya adalah dikelilingi tebing-tebing curam yang terbentuk karena pergerakan tanah.

Danau Lindu adalah contoh sempurna bagaimana kekuatan bumi menciptakan keindahan alam.  Di balik alam yang menantang untuk dikunjungi ini tercipta kehidupan damai, yang memberi kehidupan bagi masyarakat dan ekosistem sekitarnya. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.