Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri LH Dorong Transformasi Nasional, Sampah Jadi Energi Bersih untuk Indonesia Berkelanjutan

📅 Jumat, 10 Okt 2025, 21:53 WIB | Oleh:
Menteri LH Dorong Transformasi Nasional, Sampah Jadi Energi Bersih untuk Indonesia Berkelanjutan Doc: istimewa
Ket. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Dr. Hanif Faisol Nurofiq dalam pertemuan bersama sejumlah kepala daerah, Kamis (9/10) dan penyerahan hasil verifikasi tujuh lokasi potensial pembangunan instalasi PSEL kepada CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Dr. Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan langkah konkret pemerintah dalam mengubah tantangan sampah menjadi peluang energi nasional.

Dalam pertemuan resmi bersama sejumlah kepala daerah, pada Kamis (9/10), Menteri Hanif menyerahkan hasil verifikasi tujuh lokasi potensial pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kepada CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani.

Langkah ini menjadi bagian penting dari percepatan transformasi pengelolaan sampah nasional yang terintegrasi dengan agenda transisi energi bersih Indonesia.

“Pembangunan fasilitas PSEL adalah solusi konkret untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di kota-kota besar yang menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari. Teknologi ini akan mengubah beban lingkungan menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Menteri Hanif.

Hasil verifikasi lapangan yang dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Danantara, serta PT PLN (Persero) menunjukkan tujuh wilayah aglomerasi di enam provinsi yang siap mengimplementasikan proyek PSEL, adapun ketujuh wilayah tersebut meliputi:

1.Yogyakarta Raya (Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul)

2.Denpasar Raya (Kota Denpasar, Kabupaten Badung)

3.Bogor Raya (Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok)

4.Bekasi Raya (Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi)

5.Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang)

6.Medan Raya (Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang)

7.Semarang Raya (Kota Semarang, Kabupaten Semarang)

Sementara itu, Jakarta dan Bandung Raya belum dapat direkomendasikan karena belum memenuhi kriteria teknis dan administratif. Di Jakarta, lahan yang diusulkan hanya 3,05 hektare dan berdekatan dengan Jakarta International Stadium (JIS) serta permukiman padat. Sedangkan di Bandung Raya, belum tersedia lahan yang sesuai dari sisi teknis maupun legalitas.

KLH/BPLH bersama kementerian dan lembaga terkait akan melanjutkan verifikasi ke wilayah lain, termasuk Bandar Lampung Raya dan Serang Raya, untuk memastikan kesiapan daerah dalam mendukung implementasi pembangunan PSEL berskala nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.