Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transvision Hadirkan Frekuensi C Band, Solusi TV Satelit Tahan Cuaca untuk Seluruh Indonesia

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 10:00 WIB | Oleh:
Transvision Hadirkan Frekuensi C Band, Solusi TV Satelit Tahan Cuaca untuk Seluruh Indonesia Doc: Istimewa

JAKARTA — Penyedia layanan televisi satelit berbayar Transvision resmi memperkuat jaringannya di seluruh Indonesia dengan menghadirkan frekuensi C Band, yang dikenal lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan memiliki jangkauan sinyal lebih luas. Langkah ini menjadi komitmen Transvision untuk menghadirkan hiburan berkualitas bagi semua keluarga Indonesia, bahkan di daerah dengan curah hujan tinggi.

Frekuensi C Band menawarkan tayangan yang stabil dan minim gangguan cuaca, menjadikannya pilihan ideal bagi pelanggan di kawasan padat hujan dan wilayah pelosok. “Lewat layanan C Band, Transvision ingin memastikan seluruh keluarga Indonesia bisa tetap menikmati hiburan premium dengan harga super terjangkau, yang reliable kualitasnya,” ujar Brando Tengdom, Direksi Marketing & Sales Transvision, Rabu (8/10).

Brando menegaskan, kehadiran C Band melengkapi layanan Transvision yang sebelumnya hanya tersedia di frekuensi KU Band. Dengan harga mulai Rp19.000-an per bulan, pelanggan bisa menikmati lebih dari 100 channel hiburan nasional dan internasional, termasuk HBO, TvN, Trans TV, Trans7, CNN Indonesia, dan CNBC Indonesia.

Transvision juga menghadirkan Channel Jowo, saluran berbahasa Jawa penuh yang menampilkan beragam program budaya, hiburan, dan informasi yang dekat dengan keseharian masyarakat Jawa di berbagai daerah. Channel ini menayangkan cerita rakyat, wayang kulit, gamelan, festival adat, kuliner khas, hingga dokumenter budaya yang bisa disaksikan kapan saja.

“Dengan frekuensi C Band, penikmat Cerita Nusantara, Babad Tanah Jawi, Campursari, hingga Punakawan tidak perlu khawatir terhadap cuaca buruk, karena Channel Jowo tetap dapat dinikmati di seluruh pelosok Indonesia untuk mengobati rindu akan budaya Jawa,” ungkap Harjawan Balaningrath, Direktur Utama Channel Jowo.

Dalam peluncuran layanan C Band ini, Transvision juga menggandeng TANAKA, perusahaan elektronik dengan pengalaman panjang di industri parabola dan jaringan distribusi luas hingga ke pelosok negeri. Effendi Ali Khung, Presiden Komisaris Tanaka, mengatakan kemitraan ini memastikan pelanggan bisa menikmati tayangan stabil, mudah dipasang, dan hemat biaya, bahkan di wilayah dengan cuaca ekstrem.

“Transvision melalui perangkat set-top box-nya yang terjangkau dan berkualitas menjadikan kolaborasi ini untuk memastikan pelanggan dapat menikmati tayangan yang stabil dan mudah diakses di seluruh Indonesia,” tutur Effendi.

Frekuensi C Band Transvision resmi tersedia mulai 3 Oktober 2025 melalui jaringan dealer resmi di seluruh Indonesia serta secara daring. Layanan ini juga dilengkapi perangkat set-top box berkualitas tinggi dengan harga terjangkau dan akses ke puluhan channel premium tanpa gangguan cuaca.

Dengan dukungan lebih dari 4.000 dealer TANAKA di seluruh Indonesia, Transvision menegaskan keseriusannya memperluas layanan hiburan yang inklusif, terjangkau, dan ramah cuaca. Layanan ini ditujukan bagi pemilik rumah, apartemen, kompleks, hingga penyedia penginapan seperti hotel yang ingin menghadirkan hiburan berkualitas untuk pelanggan dan penghuni.

Melalui langkah ini, Transvision menegaskan posisinya sebagai penyedia televisi satelit paling fleksibel dan stabil di Indonesia, sekaligus mendukung transformasi digital di sektor hiburan rumah tangga. Pelanggan dapat mulai berlangganan melalui laman nusantara.transvision.co.id/beli-minipack untuk menikmati hiburan tanpa batas di seluruh penjuru negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.